Mengenal Angka Indeks Relatif Sederhana

Mengenal Angka Indeks Relatif Sederhana
Oleh :

Yanu Riyanti 
1617201044
PENDAHULUAN
Setiap kegiatan pasti tidak lepas dari peningkatan dan penurunan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Seperti pada hasil produksi dan penjualan suatu perusahaan, hasil penerimaan devisa, pendapatan nasional, harga suatu barang, gaji, dan biaya hidup. Untuk mengetahui peningkatan dan penurunan tersebut, maka diperlukan angka indeks. Angka indeks merupakan angka yang menjelaskan perubahan relatif pada harga, kuantitas atau nilai, antara dua periode waktu. Angka indeks pertama kali muncul pada tahun 1764 oleh orang Italia bernama G.R. Carli.
Penghitungan angka indeks dapat dilakukan dengan beberapa metode. Namun pada dasarnya hanya terdapat dua metode penghitungan angka indeks yaitu :
1.      Angka indeks sederhana yang terbagi dalam bentuk angka indeks sederhana relatif dan angka indeks sederhana gabungan; dan
2.      Angka indeks tertimbang yang terbagi dalam bentuk angka indeks tertimbang relatif dan angka indeks tertimbang gabungan.
Artikel ini akan lebih terfokus mengenai angka indeks sederhana relatif yang dikenal juga dengan unweighted index yaitu indeks yang tanpa memperhitungkan bobot setiap barang dan jasa.

PEMBAHASAN
Indeks sederhana relatif adalah indeks yang terdiri dari satu macam barang saja, baik untuk indeks produksi maupun indeks harga. Misalnya indeks produksi beras, indeks produksi karet, indeks produksi ikan, indeks harga beras, indeks harga karet, indeks harga ikan, dan sebagainya.
Berikut macam-macam angka indeks sederhana relatif :
1.      Angka Indeks Harga Relatif Sederhana
Angka indeks harga relatif sederhana menunjukkan perkembangan harga relatif suatu barang dan jasa pada tahun berjalan dengan tahun dasar, tanpa memberikan bobot terhadap kepentingan barang dan jasa.
Rumus indeks harga relatif sederhana :
IH=
di mana : IH = indeks harga relatif sederhana
                  = harga pada waktu t (tahun berjalan)
                  = harga pada waktu 0 (tahun dasar)
Contoh :
Berikut adalah harga beras per kg di Banyumas. Hitunglah indeks harga relatif sederhana pada tahun 2010 dan 2011 dengan tahun dasar 2006!
Tahun
Harga per kg
2006
Rp 3.900,-
2007
Rp 3.500,-
2008
Rp 4.400,-
2009
Rp 5.500,-
2010
Rp 6.500,-
2011
Rp 7.700,-

Penyelesaian :
·         Untuk tahun 2010
P10 = Rp 6.500,-
P6 = Rp 3.900,-
IH =  = 166,67%
·         Untuk tahun 2011
P11 = Rp 7.700,-
P6 = Rp 3.900,-
IH =  = 197,44%
Jadi, dibandingkan dengan harga beras tahun 2006, harga beras tahun 2010 naik 66,67% (166,67% - 100%) dan pada tahun 2011 naik 97,44% (197,44% - 100%).

2.      Angka Indeks Kuantitas Relatif Sederhana
Angka indeks kuantitas relatif sederhana dimaksudkan untuk melihat perkembangan kuantitas barang dan jasa dibandingkan dengan tahun atau periode dasarnya. Indeks kuantitas relatif sederhana dihitung tanpa memberikan bobot pada setiap komoditas, karena dianggap masih mempunyai kepentingan yang sama.

 
Rumus Indeks Kuantitas Relatif Sederhana :
IK =
di mana : IK = indeks kuantitas relatif sederhana
                        = produksi dalam waktu t (tahun berjalan)
                  = produksi dalam waktu 0 (tahun dasar)

Contoh :
Berikut adalah produksi beras di Indonesia. Hitunglah indeks kuantitas relatif sederhana pada tahun 2012 dan 2014 dengan tahun dasar 2011!


Tahun
Produksi (juta ton)
2008
60,3
2009
64,4
2010
66,4
2011
65,4
2012
69,1
2013
71,3
2014
70,9
Penyelesaian :
·         Untuk tahun 2012
q12 = 69,1
q8   = 60,3
IK =  = 114,59%
·         Untuk tahun 2014
q14 = 70,9
q8 = 60,3
IK =  = 117,58%
Dari indeks kuantitas relatif sederhana terlihat  bahwa produksi pada tahun 2012 mengalami peningkatan sejumlah 14,59% (114,59%-100%) dan pada tahun 2014 mengalami peningkatan pula sejumlah 17,58% (117,58%-100%).

3.      Angka Indeks Nilai Relatif Sederhana
Angka indeks nilai relatif sederhana menunjukkan perkembangan nilai (harga dikalikan dengan kuantitas) suatu barang dan jasa pada suatu periode dengan periode atau tahun dasarnya.
Rumus Indeks Nilai Relatif Sederhana :
IN =
di mana : IN = indeks nilai relatif sederhana
                 = volume/nilai pada periode/tahun t
                 = volume/nilai pada periode/tahun dasar
                 = harga komoditas pada periode/tahun t
                = harga komoditas pada periode/tahun dasar
                 = kuantitas komoditas pada periode/tahun t
                 = kuantitas komoditas pada periode/tahun dasar

Contoh :
Berikut adalah harga beras dan produksi beras di Indonesia tahun 2008-2014. Hitunglah indeks nilai untuk tahun 2013 dan 2014 dengan tahun dasar 2008!
Tahun
Produksi (juta ton)
Harga (Rp/kg)
2008
60,3
Rp 4.400,-
2009
64,4
Rp 5.500,-
2010
66,4
Rp 6.500,-
2011
65,4
Rp 7.700,-
2012
69,1
Rp 10.000,-
2013
71,3
Rp8.300,-
2014
70,9
Rp 8.500,-
Penyelesaian :
·         Untuk tahun 2013
 = Rp 8.300
 = 71.300.000.000 kg
  = Rp 4.400
  = 60.300.000.000 kg
IN  =
      =
     = 223,05%
·         Untuk tahun 2014
= Rp 8.500
 = 70.900.000.000 kg
  = Rp 4.400
  = 60.300.000.000 kg
IN  =
      =
     = 227,14%
Dari indeks nilai relatif sederhana terlihat  bahwa produksi pada tahun 2013 mengalami peningkatan sejumlah 123,05% (223,05%-100%) dan pada tahun 2014 mengalami peningkatan pula sejumlah 127,14% (227,14%-100%).

KESIMPULAN
Penghitungan angka indeks dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode. Oleh karena itu, perlu dilakukan pilihan yang tepat agar tujuan dari indeks yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik. Indeks relatif sederhana merupakan salah satu metode dalam penghitungan angka indeks, yang merupakan salah satu langkah yang paling sederhana dalam menghitung angka indeks. Di dalamnya terdapat tiga poin yaitu angka indeks harga relatif sederhana, angka indeks kuantitas relatif sederhana, dan angka indeks nilai relatif sederhana.

DAFTAR PUSTAKA
Lind, Douglas A., William G. Marchal, dan Samuel A. Wathen. 2007. Teknik-teknik Statistika dalam Bisnis dan Ekonomi Menggunakan Kelompok Data Global, Edisi 13 Buku 2. Jakarta : Salemba Empat

J. Supranto. 2016. Statistik : Teori dan Aplikasi Edisi Kedelapan. Jakarta. Erlangga.


https://www.kompasiana.com/rahmathdyt/cara-menghitung-indeks-harga-dengan-berbagai-metode


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERANAN STATISTIKA DALAM EKONOMI DAN BISNIS

TEKNIK SAMPLING DALAM STATISTIK