Inilah Yang Tejadi Jika Populasi, Sampel, Dan Sampling Diterapkan Dalam Penelitian
Inilah Yang
Terjadi Jika Populasi, Sampel, Dan Sampling Diterapkan Dalam Penelitian!
Oleh :
Nama : Alifia Wulandari
Kelas : 4 Ekonomi Syariah A
NIM : 1617201004
Kita semua
tahu, dalam statistika itu muncul istilah populasi, sampel, dan sampling.
Populasi, sampel, dan sampling berguna apabila kita melakukan sebuah penelitan.
Untuk apa mereka dikaitkan dalam penelitian? Sebagai contoh, kita akan
melakukan penelitian di sekolah X, maka hal-hal yang harus diperhatikan dulu
adalah populasi dan sempelnya. Kenapa harus populasi dan sampelnya? Karena di
dalam populasi dan sampel tersebut kita bisa mengetahui jumlah subyek/orang
serta karakteristik subyek/orang tersebut, sebagai dasar untuk penelitiannya.
Mungkin hal tersebut sudah biasa mereka dengar, tetapi jangan meremehkan
tentang keberadaan populasi dan sampel tersebut.
1. Populasi
Populasi
adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempuyai
kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Secara singkatnya, populasi
adalah keseluruhan dari objek penelitian.
Populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan
benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada
obyek/subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang
dimiliki oleh subyek atau obyek yang diteliti itu. Misalnya saja kita sedang
meneliti di sebuah sekolah. Karakteristik sekolah tersebut misalnya motivasi
kerjanya, disiplin kerjanya, kepemimpinannya, iklim organisasinya, dan
lain-lain.
Satu
orangpun dapat digunakan sebagai populasi, karena satu orang itu mempunyai
berbagai karakteristik, misalnya gaya bicaranya, disiplin pribadi, hobi, cara
bergaul, kepempimpinannya dan lain-lain.
Lebih jelasnya saya akan memberikan contoh-contoh populasi, diantaranya:
a. Populasi mahasiswa IAIN Purwokerto.
b. Populasi mahasiswa fakultas ekonomi IAIN Purwokerto.
c. Jika yang diteliti adalah motivasi pegawai/dosen di
fakultas ekonomi maka populasinya adalah seluruh pegawai/dosen di fakultas
ekonomi.
d. Jika yang diteliti adalah laporan keuangan di
perusahaan “A” maka populasinya adalah keseluruhan laporan keuangan di
perusahaan “A”.
e. Populasi ayam dalam satu kandang.
f. Jika yang diteliti adalah nilai IPK mahasiswa kelas
4 ekonomi syariah A, maka populasinya adalah seluruh mahasiswa yang ada di
kelas 4 ekonomi syariah A.
Contoh soal populasi :
Pak Ahmad memiliki sebuah usaha peternakan, dimana
peternakan tersebut terdapat 100 ekor kambing dan 50 ekor sapi. Pak ahmad
membawa 5 ekor kambing dan 3 ekor sapi untuk diperiksa kesehatannya di dokter
hewan. Tentukan populasinya!
Jawab : populasinya adalah keseluruhan hewan ternak
yang dimiliki pak Ahmad.
2. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik
yang dimiliki oleh populasi. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin
mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana,
tenaga, dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari
populasi itu. Secara singkatnya, sampel adalah bagian dari populasi. Jika
populasi adalah keseluruhan objek penelitian, maka sampel adalah bagian dari
keseluruhan objek penelitian.
Dalam
bahasa Indonesia sampel diartikan sebagai contoh. Artinya jika suatu populasi
berisi elemen-elemen, maka jika diambil suatu contoh/sampel dari populasi maka
hanya akan diambil sebagian kecil dari elemen-elemen tersebut untuk mewakili
seluruh karakter elemen populasi.Contoh sampel misalnya pembeli membeli beras di warung, pembeli beras tersebut
hanya meneliti segenggam beras untuk menentukan kualitas beras. Tidak mungkin
kan jika pembeli beras tersebut meneliti semua beras, hal itu akan memakan
banyak waktu. Hal inilah yang disebut dengan sampel. Populasinya adalah seluruh
beras yang ada di warung tersebut, dan sampelnya adalah segenggam berasnya. Mengapa
tidak diteliti keseluruhannya? Karena tentunya peneliti mempunyai
keterbatasan-keterbatasan tertentu, hal ini untuk menghemat waktu, biaya, dan
lain-lain.
Memilih
sampel harus dipilih yang benar-benar representatif (mewakili) dari sebuah
populasi. Mengapa harus begitu? Sebagai contoh, misal ada binatang gajah. Misal
yang menguji 3 orang buta. orang pertama memegang telinga gajah, maka ia
menyimpulkan gajah itu kipas. Orang kedua memegang badan gajah, maka ia
menyimpulkan gajah itu adalah tembok besar. Orang ketiga memegang ekornya, maka
ia menyimpulkan gajah itu kecil seperti seutas tali. Begitulah kalau sampel
yang dipilih tidak representatif, maka ibarat 3 orang buta itu yang membuat
kesimpulan
salah tentang gajah, padahal dalam kenyataannya hal itu dikarenakan karena
pemilihan sampel yang tidak representatif (mewakili).
Contoh soal sampel :
Pak Ahmad memiliki sebuah usaha peternakan, dimana
peternakan tersebut terdapat 100 ekor kambing dan 50 ekor sapi. Pak ahmad
membawa 5 ekor kambing dan 3 ekor sapi untuk diperiksa kesehatannya di dokter
hewan. Tentukan sampelnya!
Jawab :
Sampelnya adalah 5 ekor kambing yang mewakili 100 ekor
kambing dan 3 ekor sapi yang mewakili 50 ekor sapi.
3. Sampling
Teknik
sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel. Untuk menentukan sampel
dalam penelitian, terdapat berbagai teknik sampling yang digunakan. Macam-macam
teknik
sampling:
Probability
sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama
bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.
a. Simple Random Sampling
Dikatakan simple (sederhana) karena pengambilan
anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata
yang ada dalam populasi itu. Cara demikian dilakukan bila anggota populasi
dianggap homogen. Pengambilan sampel acak sederhana dapat dilakukan dengan cara
undian, memilih bilangan dari daftar bilangan secara acak. Sebagai contoh
pemilihan 10 sampel dari populasi yang beranggotakan 50 orang. Maka setiap
orang dalam populasi tersebut memiliki peluang sama untuk menjadi 1 dari 10
orang yang akan dipilih.
b. Proportionate Stratified Random Sampling
Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai
anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional. Rumus :
(populasi kelas/jml populasi keseluruhan) x jml sampel yang ditentukan
Contoh : kita akan menarik sampel dari populasi
seluruhnya 150 orang, diperoleh besar sampel 60 orang dari populasi penduduk
dengan karakteristik : lulusan SD : 55 orang, lulusan SMP :45 orang, lulusan
SMA:50 orang
♦ sampel lulusan SD
= 55/150x60 = 21,99 dibulatkan menjadi 22
♦ sampel lulusan SMP
= 45/150x60 = 18
♦ sampel lulusan SMA
= 50/150x60 = 19,99 dibulatkan menjadi 20
Sehingga dari keseluruhan sampel kelas tersebut adalah
22+18+20 = 60 sampel
c. Disproportionate Stratified Random Sampling
Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel,
bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional.
Contoh : Populasi karyawan PT. ABC berjumlah 1000
orang yang berstrata berdasarkan tingkat pendidikan SMP, SMA, D3, S1 dan S2.
Namun jumlahnya
sangat tidak seimbang yaitu SMP : 100 orang, SMA: 700 orang, D3: 180 orang,
S1:10 orang, S2:10 orang
Jumlah karyawan yang berpendidikan S1 dan S2 ini
sangat tidak seimbang (terlalu kecil dibandingkan dengan strata yang lain)
sehingga dua kelompok ini seluruhnya ditetapkan sebagai sampel.
d. Cluster Sampling (Area Sampling)
Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan
sampel bila obyek yang
akan diteliti atau sumber data sangat luas, misal penduduk dari suatu negara,
propinsi atau kabupaten. Untuk menentukan penduduk mana yang akan dijadikan
sumber data, maka pengambilan sampel ditetapkan secara bertahap dari wilayah
yang luas (negara) sampai wilayah terkecil (kabupaten). Setelah terpilih sampel
terkecil, kemudian baru dipilih sampel secara acak.
Contoh : pemilihan sampel pegawai pada suatu
departemen yang
pegawainya tersebar pada berbagai unit kerja yang juga tersebar secara
geografis. Pada kasus ini, peneliti dapat menjadikan unit kerja sebagai cluster
(area) dan selanjutnya secara random memilih beberapa unit kerja sebagai
sampel. Pada setiap unit kerja yang terpilih tersebut kemudian seluruh pegawai
dijadikan sampel penelitian.
B. Nonprobability Sampling
Nonprobability
Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan
sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.
a. Sampling Sistematis
Sampling sistematis adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan
urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Misalnya, anggota
populasi yang terdiri dari 100 orang. Dari semua anggota itu diberi nomor urut,
yaitu nomor 1 sampai dengan nomor 100. Pengambilan sampel dapat dilakukan
dengan mengambil nomor ganjil saja, genap saja, atau kelipatan dari bilangan
tertentu, misalnya kelipatan dari bilangan 5. Maka hal ini yang diambil sebagai
sampel adalah 1, 5, 10, 15, 20, dan seterusnya sampai 100.
b. Sampling Kuota
Sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel
dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang
diinginkan. Sebagai contoh, akan melakukan penelitian tentang pendapat
masyarakat terhadap urusan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Jumlah sampel yang
ditentukan 500 orang. Kalau pengumpulan data belum memenuhi kuota 500 ranh
tersebut, maka penelitian dipandang belum selesai.
c. Sampling Insidental
Sampling insidental adalah teknik penentuan sampel
berdasarkan
kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan/insidental bertemu dengan
peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan
ditemui itu cocok sebagai sumber data. Sebagai contoh, Andi adalah seorang
peneliti yang sedang melakukan penelitian tentang kegiatan membaca di
perpustakaan, maka setiap pengunjung perpustakaan yang bertemu secara kebetulan
dengan Andi bisa dijadikan sampel penelitiannya dengan catatan bahwa Andi yakin
pengunjung perpustakaan tersebut layak dijadikan sumber informasi.
d. Sampling Purposive
Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel
dengan pertimbangan tertentu. Misalnya akan melakukan penelitian tentang
kualitas makanan, maka sampel sumber datanya adalah orang yang ahli makanan.
e. Sampling jenuh
Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila
semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila
jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang, atau penelitian yang ingin
membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. Istilah lain sampel
jenuh adalah sensus, dimana anggota populasi dijadikan sampel. Sebagai contoh
akan dilakukan penelitian tentang kinerja guru di SMA ABC Purwokerto. Karena
jumlah guru hanya ada 30, maka seluruh guru dijadikan sampel penelitian.
f. Snowball Sampling
Snowball sampling
adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar. Sebagai contoh, akan dilakukan
penelitian tentang pola peredaran penyakit demam berdarah di daerah A. Sampel
mula-mula adalah 5 orang yang mengalami penyakit, kemudian terus berkembang
sampai pihak-pihak lain sehingga sampel atau responden terus berkembang sampai
ditemukannya informasi yang menyeluruh atas permasalahan yang diteliti
Jadi, populasi adalah keseluruhan dari obyek sedangkan
sampel adalah bagian dari keseluruhan obyek
tersebut. Sedangkan sampling adalah sebuah teknik dalam
pengambilan sampel. Secara singkatnya, populasi, sampel, dan sampling sangat
terkait dengan penelitian, ketiga hal tersebut tidak bisa dipisahkan dari yang
namanya penelitian. Sebuah penelitian pasti akan membutuhkan ketiga hal ini
untuk bisa mengetahui hasil dari suatu masalah yang diteliti.
REFERENSI
“Populasi dan Sampel”
https://statmat.id/populasi-dan-sampel/?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C4259053153 , 27 April
2018, pukul 21.51 WIB
Sugiyono. 2014. Statistika untuk Penelitian. Bandung:Penerbit Alfabeta.
“Populasi
dan Sampel” dalam
https://statmat.id/populasi-dan-sampel/?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C4259053153 diakses pada 27 April
2018, pukul 21.51 WIB
Komentar
Posting Komentar