Instrumen Pengumpulan Data
Instrumen Pengumpulan Data
Luhung Hikmawan
Dosen Pengampu : Mahardika Cipta Raharja
SE., M.Si,
PENDAHULUAN
Data merupakan salah satu hal yang penting
dalam melakukan sebuah penelitian. Ada berbagai macam data yang digunakan dalam
penelitian. Untuk memperoleh data yang berasal dari lapangan, seorang peneliti
harus menentukan terlebih dahulu metode pengumpulan data yang akan digunakan.
Tentu saja, metode ini disesuaikan dengan kemampuan responden yang akan
diteliti. Dalam kegiatan pengumpulan data, perlu adanya sebuah instrument yang
baik dan mampu mengambil informasi dari objek atau subjek yang diteliti. Untuk mencapai
tujuan itu seorang peneliti dapat membuat instrument tersebut. Disamping itu,
mereka juga dapat menggunakan instrument yang telah ada dan sudah dimodifikasi
agar memenuhi persyaratan yang baik bagi suatu instrument penelitian.Untuk
lebih memahami metode pengumpulan data dan instrument penelitian, maka dalam
artikel ini akan dibahas lebih lanjut tentang metode pengumpulan data dan
instrument yang digunakan dalam sebuah penelitian.
Jenis-jenis
Instrumen
Berdasarkan teknik
pengumpulan data, instrumen penelitian terdiri dari:
a. Tes
(test)
Tes sebagai
instrumen pengumpul data adalah serangkaian pertanyaan ayau latihan yang
digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau
bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.
Adapun beberapa
macam tes instrumen pengumpul data, antara lain:
1. Tes
kepribadian (personal test).
2. Tes
bakat (talent test).
3. Tes
prestasi (pencapaian sesuatu)/(achievement test).
4. Tes
intelegensi (tingkat intelektual).
5. Tes
sikap (attitude test).
b.
Kuisioner (angket)
Kuisioner merupakan
teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat
pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.
Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu
pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang diharapkan responden. Di
samping cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar, dan tersebar di
wilayah yang luas.
Angket dibedakan
menjadi dua jenis yaitu angket terbuka dan angket tertutup.
1.
Angket terbuka (angket tidak berstruktur) adalah angket yang disajikan dalam
bentuk sederhana sehingga responden dapat memberikan isian sesuai dengan
kehendak dan keadaannya.
Contoh.
1.
Bagaimanakah pendapat tentang dibentuknya Dewan Sekolah……?
2.
Apakah saudara pernah mengikuti Diklatpim Tingkat 3? Jika pernah, bagaimana
komentar saudara?
2.
Angket tertutup (angket berstruktur) adalah angket yang disajikan dalam bentuk
sedemikian rupa sehingga responden diminta untuk memilih satu jawaban yang
sesuai dengan karakteristik dirinya dengan memberikan tanda silang (x) atau
tanda check list (Ö). Check list atau daftar cek adalah suatu daftar yang
berisi subjek dan aspek-aspek yang diamati.
Contoh: Cara
memberikan tanda silang (x)
1. Apakah
saudara termasuk dosen yang aktif menulis?
a)
Ya
b) Tidak
Jika ya, sudah
berapa buku yang saudara tulis dan terbitkan per tahun?
a) 2-5
buku c) 11-15 buku
b) 6-10
buku d) 16-20 buku
Sugiyono (dalam Uma
Sakaran,1992) mengemukakan beberapa prinsip dalam penulisan angket sebagai
teknik pengumpulan data yaitu:
a. Isi
dan tujuan pertanyaan.
b.
Bahasa yang digunakan.
c. Tipe
dan bentuk pertanyaan.
d.
Pertanyaan tidak mendua.
e.
Tidak menanyakan yang sudah lupa.
f.
Pertanyaan tidak menggiring.
g.
Panjang pertanyaan.
h.
Urutan pertanyaan.
i.
Prinsip pengukuran.
j.
Penampilan fisik angket.
c.
Wawancara (interview)
Wawancara adalah
suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung
dari sumbernya dan lebih mendalam pada responden yang jumlah sedikit. Sutrisno
Hadi (1986) mengemukakan bahwa anggapan yang perlu dipegang oleh peneliti dalam
menggunakan metode interview dan juga kuisioner adalah sebagai berikut:
1.
Responden adalah orang yang paling tahu tentang dirinya.
2.
Responden dapat dipercaya.
3.
Responden dan peneliti memiliki interpretasi yang sama tentang
pertanyaan-pertanyaan.
Berdasarkan sifat
pertanyaan, wawancara dapat dibedakan atas:
1.
Wawancara terstruktur
Wawancara
terstruktur adalah teknik pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan
yang telah tersusun. Dengan wawancara terstruktur ini setiap responden diberi
pertanyaan yang sama.
2.
Wawancara tidak terstruktur
Wawancara tidak
terstruktur adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan
pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk
pengumpulan datanya. Pedoman wawancaranya berupa garis-garis besar permasalahan
yang ditanyakan.
Dalam melakukan
wawancara baik yang dilakukan dengan face to face maupun dengan pesawat
telepon akan selalu terjadi kontak pribadi, oleh karena itu harus memahami
situasi dan kondisi responden.
d.
Observasi (Pengamatan)
Sutrisno Hadi
(1986) mengemukakan bahwa observasi merupakan suatu proses kompleks, suatu
proses yang tersusun dari perbagai proses biologis dan psikologis. Observasi
adalah melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian bersifat
perilaku dan tindakan manusia, fenomena alam, proses kerja dan penggunaan
responden kecil.
Dari segi proses
pelaksanaan pengumpulan data, observasi dapat dibedakan menjadi:
1.
Observasi berperan serta
Dalam observasi
ini, peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari dengan orang yang diamati.
2.
Observasi non partisipant
Dalam observasi
ini, peneliti hanya sebagai pengamat independen.
e.
Dokumentasi
Dokumentasi adalah
ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat peneliti, meliputi buku-buku
yang relevan, peraturan-peraturan, laporan kegiatan film dokumenter dan data
lain yang relevan.
f.
Rating scale (skala bertingkat)
Rating scale adalah
teknik pengumpulan data dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berisi
skala yang bertingkat yang harus dipilih dengan cara melingkari (0). Pada
rating scale, data mentah yang didapat berupa angka kemudian ditafsirkan dalam
pengertian kualitatif.
Sumber : http://aritmaxx.wordpress.com/2010/06/30/instrumen-penelitian/ diakses
pada 04 November 2010
NICE SEKALI
BalasHapusPALING MANTAP
BalasHapus