MEMPREDIKSI SUATU VARIABEL DENGAN ANALISIS REGRESI LINEAR
MEMPREDIKSI SUATU VARIABEL DENGAN ANALISIS REGRESI LINEAR
Oleh :
Nama : Annisa Aulia
Kelas : 4 Ekonomi Syariah A
NIM : 1617201006
A.
Pendahuluan
Suatu variabel
tidaklah selalu tetap, pasti ada salah satu atau keseluruhan didalam variabel
itu berubah entah itu mengalami kenaikan atau penurunan, bagaimana cara
menghitung prediksi menggunakan regresi linear? kita disini akan membahas dan
memberikan contoh dari hasil serta pembelajaran mahasiswa.
B.
Pembahasan
Analisis
regresi digunakan untuk memprediksi seberapa jauh perubahan nilai variabel
dependen, apabila nilai variabel idependen dimanipulasi. Manfaat dari hasil
analisis regresi adalah untuk membuat keputusan apakah naik dan menurunnya
variabel dependen dapat dilakukan melalui peningkatan variabel idependen atau
tidak. Sebagai contoh : apakah jumlah suatu iklan dapat berpengaruh pada naik
turunnya jumlah penjualan.
Regresi
linear
Regresi
linear adalah suatu alat yang digunakan untuk mengetahui suatu pengaruh antara
satu atau beberapa variabel dengan variabel lainnya. Secara umum regresi linear
terdiri dari dua, yaitu regresi linear sederhana dan regresi linear berganda.
Regresi
linear sederhana
Regresi
linear sederhana digunakan untuk memprediksi hubungan diantara dua variabel
serta untuk mengetahui pengaruh antara suatu variabel bebas dan variabel
terikat, persamaan regresi linear sederhana ini adalah :
= a + bx
b : koefisien
variabel, bisa bernilai + (arah garis naik) maupun – (arah garis turun)
Harga
a dan b dapat dicari dengan menggunakan rumus berikut:
a =
atau a =
b
= r
atau b =
contoh
soal :
dilakukan
sebuah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IPK mahasiswa
dengan masa tunggu mahasiswa dalam memperoleh pekerjaan, kedua variabel terukur
dalam skala interval. Sampel yang diambil sebanyak 15 mahasiswa. Adapun
hipotesis yang di operasionalkan dalam penelitia ini adalah terdapat hubungan
negatif antara IPK mahasiswa dengan masa tunggu kerja mahasiswa, dengan data
yang terkumpul adalah:
a.
Dua orang mahasiswa masing-masing memiliki IPK
3,40 dan 3,82. Berapakah masa tunggu kerja kedua mahasiswa tersebut?
x
|
y
|
X2
|
Y2
|
xy
|
2,8
|
10
|
7,84
|
100
|
28,00
|
2,92
|
8
|
8,53
|
64
|
23,36
|
3,47
|
5
|
12,04
|
25
|
17,35
|
3,51
|
5
|
12,32
|
25
|
17,55
|
3,73
|
3
|
13,91
|
9
|
11,19
|
2,91
|
6
|
8,47
|
36
|
17,46
|
3,01
|
3
|
9,06
|
9
|
9,03
|
3,21
|
4
|
10,30
|
16
|
12,84
|
3,33
|
4
|
11,09
|
16
|
13,32
|
3,41
|
5
|
11,63
|
25
|
17,05
|
2,71
|
7
|
7,34
|
49
|
18,97
|
2,88
|
7
|
8,29
|
49
|
20,16
|
2,17
|
8
|
4,71
|
64
|
17,36
|
3,01
|
4
|
9,06
|
16
|
12,04
|
2,96
|
9
|
8,76
|
81
|
26,64
|
∑x=46,03
|
∑y=88
|
∑x2=143,36
|
∑y2=584
|
∑xy=262,32
|
jawab
:
H1
: terdapat hubungan negatif antara X dengan Y
H0
: tidak terdapat hubungan negatif antara X dengan Y
Koefisien
korelasi (r) = -0,646
Menghitung
persamaan regresinya
b
=
=
= -3,67
Diketahui
IPK mahasiswa masing-masing 3,40 (mahasiswa A) dan 3,82 (mahasiswa B) maka masa
tunggu kerja kedua mahasiswa tersebut adalah:
Mahasiswa
A :
Mahasiswa
B :
Jadi
dapat disimpulkan bahwa prediksi masa tunggu kerja bagi mahasiswa yang memiliki
IPK 3,40 selama 4,652 tahun sedangkan bagi mahasiswa dengan IPK 3,82 selama
3,11 tahun.
Regresi linear berganda
Analisis
regresi ganda digunakan oleh peneliti, apabila peneliti bermaksud meramalkan
bagaimana keadaan variabel dependen, bila dua atau lebih variabel independen
sebagai faktor prediktor dimanipulasi. Persamaan linear ganda ini adalah :
= a +
+
+....+
b1
: koefisien variabel X1 b2 :
koefisien variabel X2
Untuk
menghitung harga-harga a, b1, b2 dapat menggunakan persamaan berikut :
b2
=
No
|
X1
|
X2
|
y
|
1
|
13
|
17
|
85
|
2
|
12
|
12
|
80
|
3
|
9
|
12
|
75
|
4
|
5
|
12
|
60
|
5
|
7
|
6
|
55
|
6
|
7
|
9
|
58
|
7
|
7
|
12
|
60
|
8
|
8
|
12
|
64
|
9
|
9
|
11
|
72
|
10
|
10
|
13
|
79
|
∑
|
87
|
116
|
688
|
Contoh
soal :Ranti seorang mahasiswa Sosiologi dari Universitas Sekang (US), ia
melakukan penelitian dengan judul “Hubungan antara Frekuensi Belajar Mahasiswa
dari tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi akademik US. Semua variabel terukur
pada skala interval sapel yang diambil berjumlah 10 mahasiswa US angkatan 2007,
frekuensi belajar (X1) dihitung dalam satuan jam perminggu,
pendidikan orang tua (X2) dihitung dengan menggunakan tahun sukses,
sedangkan prestasi belajar (y) dihitung menggunakan rata-rata nilai UAS
mahasiswa. Data yang berhasil dikumpulkan:
Dit
: apabila ada seorang mahasiswa frekuensi belajarnya 20 jam per minggu dan
tingkat pendidikan orangtua adalah 15 tahun, bagaimana prestasi belajarnya?
Jawab:
H1= terdapat hubungan antara
X1 dan X2 secara bersama-sama dengan Y
H0=
tidak terdapat hubungan antara X1 dan X2 secara
bersama-sama dengan Y
Menghitung
persamaan regresi
∑
= ∑
-
= 811 -
= 54,3 ∑
= ∑
-
= 1416 -
= 70,4
∑
= ∑
-
= 48360 -
=1025,6 ∑
y = ∑
y -
= 6201-
= 215,4
∑
y =∑
y -
=8184 -
=203,2
∑
= ∑
-
= 1047 -
= 37,8
b2
=
=
=1,198
a
=
– b1 [
] – b2
[
] =
– 3,14[
] – 1,198[
] =27,585
Diketahui
= 20 dan
= 15 maka prestasi belajarnya adalah:
Jadi
dapat disimpulkan bahwa prestasi belajarnya adalah 108,435
REFERENSI
Dr.H.
Rohmad, Supriyanto. 2015. Pengantar Statistika. Yogyakarta: KALIMEDIA
Nanang
Martono. 2010. Statistik Sosial. Yogyakarta: Penerbit Gava Media
Prof.Dr.Sugiyono.
2013. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Penerbit Alfabeta
Komentar
Posting Komentar