Pengolahan Data dalam Statistik



Pengolahan Data dalam Statistik
Oleh :
 Vina Zakiyah
 1617201041
   4 Ekonomi Syariah A


Penggunaan data statistik dewasa ini menjadi hal yang wajib diketahui dan dimengerti oleh setiap orang terutama pihak manajerial perusahaan. Akan sangat kacau apabila sebuah perusahaan tanpa mengetahui pengolahan data secara benar. Karna, bahwasannya untuk bisa bertindak, berbicara dan memprediksi sesuatu haruslah dengan data yang jelas dan akurat. Berikut akan saya jelaskan mengenai pengolahan data berserta metodenya.
A.    Pengolahan Data
Apabila data sudah terkumpul (daftar pertantaan sudah diisi, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sudah dijawab, pengamatan atau observasi sudah dilakukan), maka diperoleh data mentah (raw data). Data mentah adalah hasil pencatatan peristiwa atau karakteristik elemen yang dilakukan pada tahap pengumpulan data. Agar data mentah yang diperoleh tersebut lebih berguna, maka perlu diolah. Pengolahan data merupakan suatu proses untuk memperoleh data atau angka ringkasan berdasarkan kelompok data mentah. Data atau angka ringkasan dapat berupa jumlah (total), proporsi, persentase, rata-rata dan sebagainya.
Data statistik pada dasarnya merupakan angka-angka ringkasan dari hasil pengolahan data berdasarkan data mentah, seperti : (total), proporsi, persentase, rata-rata, simpangan baku (deviasi standar), koefisien korelasi dan koefisien kregresi. Data statistik sebagai hasil sensus disebut data sebenarnya (true value/parameter), sedangkan sebagai hasil samp;ing disebut sebagai data perkiraan (estimate value) atau sering disebut dengan statistik.
Jadi, pada dasarnya tujuan dari pengolahan data adalah mendapatkan data statistik yang dapat digunakan untuk melihat atau menjawabpersoalan secara agregat atau kelompok, bukansatu per satu secara individu. Misal, berapa jumlah penduduk Indonesia, berapa jumlah produksi beras di jawa tengah tahun 2014, berapa jumlah beras yang harus diimpor, berapa rata-rata kebutuhan beras per kapita per tahun, berapa jumlah mahasiswa dan sebagainya.
B.     Metode Pengolahan
Secara umum, metode pengolahan data dibedakan menjadi dua, yaitu pengolahan data secara manual (manual data processing) dan pengolahan data secara elektronik (electronical data processing). Nah, untuk menentukan metode pengolahan yang lebih baik untuk digunakan, jawabannya tergantung pada seberapa besar ukuran datanya. Jika hasil observasi yang dikumpulkan jumlahnya sedikit, maka dapat dilakukan pengolahan secara manual. Akan tetapi, jika jumlah observasi sangat besar, maka pengolahan data secara elektronik merupakan cara yang efektif.
1.      Pengolahan Data Secara Manual
Pengolahan data secara manual umumnya dilakukan apabila jumlah observasi yang tidak terlalu banyak. Pengolahan secara manual biasanya memerlukan waktu yang sangat lama, karna harus meneliti satu per satu dari setiap observasi.
Metode pengolahan ini dapat kita jumpai pada pemilihan umum yang telah dilaksanakan. Dalam rangka untuk mengetahui jumlah pemilih menurut jenis partai di masing-masing tempat pemungutan suara (TPS), maka setiap suara yang masuk harus dihitung. Dalam hal ini, objek yang diteliti adalah masing-masing individu pemilih yang mencoblos tanda gambar tertentu. Untuk mendapatkan informasi berapa jumlah pemilih partai tertentu, panitia pemungutan suara biasanya menghitung dan membuat  “tally mark” pada masing-masing tanda gambar partai sesuai dengan tanda gambar yang dipilih di pemungutan suara. Dari peristiwa pemilu tersebut dapat kita bayangkan betapa lamanya pengolahan data dengan metode pengolahan data secara manual. Meskipun demikian, dalam keadaan tertentu seperti pemilu, pengolahan secara manual harus dilakukan.
2.      Pengolahan Data Secara Elektronik.
Perkembangan ilmu pengetahuan di bidang komputer sangat membantu kegiatan statistik, khususnya pengolahan data dalam jumlah yang sangat besar. Dengan bantuan komputer, pengolahan data dimana masing-masing individu dirinci menurut beberapa karakteristik dapat dilakukan dengan mudah dan cepat, jika pada pengolahan secara manual kemungkinan terjadinya kesalahan adalah sangat besar, maka dengan pengolahan data secara elektronik kesalahan tersebut dapat diminimalisir.
Meskipun demikian, bukan berarti pengolahan dengan komputer tidaka ada masalah. Masalah pertama kita harus membuat program entri dari data sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan yang ada di kuesioner, selain itu, sering terjadi, hasil isian kuesioner tidak bisa langsung dimasukkan ke dalam komputer (data entry), sehingga perlu dilakukan pengeditan.
Setelah data hasil penelitian dimasukkan ke dalam komputer dalam bentuk file data, maka kita melakukan pengolahan lebih lanjut untuk mengetahui jumlah, persentase serta ukuran statistik lainnya sesuai dengan fasilitas yang ada pada komputer. Dengan berkembangnya paket program statistik, maka kita akan dengan mudah mengolah data sesuai dengan keinginan atau tujuan penelitian kita.
Demikianlah penjelasan mengenai pengolahan data dalam statistik. Dapat disimpulkan bahwa Pengolahan data merupakan suatu proses untuk memperoleh data atau angka ringkasan berdasarkan kelompok data mentah. Data atau angka ringkasan dapat berupa jumlah (total), proporsi, persentase, rata-rata dan sebagainya. Dan terdapat dua metode dalam pengolahan data yaitu pengolahan data secara manual dan pengolahan data secara elektrik dengan bantuan komputer.


REFERENSI:
Supranto, 2016,  STATISTIK Teori dan Aplikasi, erlangga, jakarta.
http://www.coursehero.com/file/18394670/laporan-makalah/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEKNIK SAMPLING DALAM STATISTIK

PERANAN STATISTIKA DALAM EKONOMI DAN BISNIS

Mengenal Angka Indeks Relatif Sederhana