PENTINGNYA PERHITUNGAN RUNTUT WAKTU (TIME SERIES) MENGGUNAKAN METODE KUADRAT TERKECIL (LEAST SQUARE METHOD) DALAM STATISTIKA
PENTINGNYA PERHITUNGAN RUNTUT
WAKTU (TIME SERIES) MENGGUNAKAN METODE KUADRAT TERKECIL (LEAST SQUARE
METHOD) DALAM STATISTIKA
oleh :
Santi Pratami
4 ES A
1617201034
I.
PENDAHULUAN
Analisis
time series dalam statistika
deskriptif diperkenalkan oleh Croxton dan Cowden pada tahun 1995. Mereka mendefinisikan
statistik sebagai metode guna mengumpulkan, mengolah, menyajikan, menganalisa
dan menginterpretasi data yang berwujud angka-angka. Dalam metode statistik
deskriptif terdapat berbagai jenis metode statistik salah satunya adalah
analisis deret berkala (time series).
Deret berkala atau runtut waktu
adalah serangkaian pengamatan terhadap peristiwa, kejadian atau variabel yang
diambil dari waktu ke waktu, dicatat secara teliti menurut urutan-urutan waktu
terjadinya, kemudian disusun sebagai data statistik.
Time series pada dasarnya
digunakan untuk melakukan analisis data yang mempertimbangkan pengaruh waktu.
Data-data yang dikumpulkan secara periodik berdasarkan urutan waktu, bisa dalam
jam, hari, minggu, bulan, kuartal dan tahun. Selain itu, analisis time series
juga bisa digunakan untuk peramalan data beberapa periode ke depan yang sangat
membantu dalam menyusun perencanaan ke depan.
Data time series terdapat dalam berbagai bidang ekonomi misalnya data
penjualan setiap hari, keuntungan perusahaan dalam setiap tahun dan total nilai
ekspor dalam setiap bulan. Data time
series juga bermanfaat untuk bidang fisika misalnya data curah hujan
bulanan, temperatur udara harian, gerak partikel. Selain itu, data time series juga dapat bermanfaat dalam
bidang demografi misalnya data pertumbuhan penduduk, mortalitas dan natalitas.
Di bidang pengontrolan kualitas, data time series juga bermanfaat untuk
pengontrolan kualitas produk, pengontrolan proses produksi, dan untuk bidang
biomedis misalnya data denyut nadi, proses penyembuhan, pertumbuhan mikroba dan
lain-lain.
Metode yang sering digunakan dalam
analisis runtut waktu adalah Semi Average,
Moving Average dan Least Square. Dalam artikel ini penulis
akan menghitung trend jumlah penduduk selama periode tertentu dengan metode Least Square.
II.
PEMBAHASAN
Metode
Kuadrat Terkecil (Least Square Method)
Metode
kuadrat terkecil merupakan bagian dari perhitungan dalam time series atau
runtut waktu. Metode kuadrat terkecil yang dibagi dalam dua kasus, yaitu kasus
data genap dan data ganjil. Secara umum persamaan garis linear dari analisis
time series adalah : Y = a + Bx.
Keterangan
:
Y
= variabel yang dicari trendnya.
X
= variabel waktu (tahun).
Sedangkan
untuk mencari konstanta (a) dan parameter (b) adalah :
a
= (∑Y) / n
b
= (∑XY) / ∑x2
Metode
least square ini paling sering
digunakan untuk meramalkan Y, karena perhitungannya lebih teliti.
Rumus
mencari persamaan garis trend Y’ = a + bX, a = (∑Y) / n, b = (∑XY) / ∑x2.
Untuk
melakukan perhitungan, maka diperlukan nilai tertentu pada variabel waktu (x)
sehingga jumlah nilai variabel waktu adalah nol atau ∑x=0.
1.
Untuk n ganjil maka :
·
Jarak antara 2 waktu
diberi nilai satu satuan.
·
Diatas 0 diberi tanda
negatif (-).
·
Dibawah 0 diberi tanda
positif (+).
2.
Untuk n genap maka :
· Jarak
antara 2 waktu diberi nilai dua satuan.
· Diatas
0 diberi tanda negatif (-).
· Dibawah
0 diberi tanda positif (+).
Contoh kasus data ganjil:
Tabel
: Data jumlah penduduk kota Z tahun 2000 dampai dengan 2008
|
Tahun
(X)
|
Jumlah
Penduduk (Y)
|
X
|
X2
|
XY
|
|
2000
|
205.000
|
-4
|
16
|
-820.000
|
|
2001
|
208.000
|
-3
|
9
|
-624.000
|
|
2002
|
211.000
|
-2
|
4
|
-422.000
|
|
2003
|
215.000
|
-1
|
1
|
-215.000
|
|
2004
|
222.000
|
0
|
0
|
0
|
|
2005
|
230.000
|
1
|
1
|
230.000
|
|
2006
|
241.000
|
2
|
4
|
482.000
|
|
2007
|
253.000
|
3
|
9
|
759.000
|
|
2008
|
270.000
|
4
|
16
|
1.080.000
|
|
Total
|
2.055.000
|
0
|
60
|
470.000
|
Dari
data diatas, ramalkan jumlah penduduk kota Z pada tahun 2020?
Jawab
:
Untuk
mencari nilai A dan B
A = Jumlah data Y : Banyak Data
= 2.055.000 : 9
= 228.333,33
B = Jumlah XY : Jumlah X2
=
470.000 : 60
= 7.833,33
Persamaan
garis linearnya adalah :
Y = 228.333,33 + 7.833,33 X
Dengan
menggunakan persamaan tersebut, dapat diramalkan jumlah penduduk kota Z adalah
:
Y = 228.333,33 + 7.833,33 (untuk tahun
2020 nilai X adalah 16)
= 228.333,33 + 7.833,33 (16)
Sehingga,
Y = 228.333,33 + 125.333,28 = 353.666,61.
Jadi,
jumlah penduduk kota Z pada tahun 2020 diperkirakan sebesar 353.666 jiwa.
Contoh kasus data genap
:
Tabel
: Data kelahiran bayi di kota Z dari tahun 2002 sampai 2009
|
Tahun (X)
|
Jumlah Kelahiran (Y)
|
X
|
X2
|
XY
|
|
2002
|
200
|
-7
|
49
|
-1400
|
|
2003
|
245
|
-5
|
25
|
-1225
|
|
2004
|
240
|
-3
|
9
|
-720
|
|
2005
|
275
|
-1
|
1
|
-275
|
|
2006
|
285
|
1
|
1
|
285
|
|
2007
|
300
|
3
|
9
|
900
|
|
2008
|
290
|
5
|
25
|
1450
|
|
2009
|
315
|
7
|
49
|
2205
|
|
Total
|
2150
|
0
|
168
|
1220
|
Dari
data diatas, ramalkan jumlah kelahiran bayi di kota Z pada tahun 2015!
Jawab
:
Untuk
mencari nilai A dan B
A = Jumlah data Y : Banyak Data
= 2150 : 8
= 268,75
B = Jumlah XY : Jumlah X2
=
1220 : 168
= 7,26
Persamaan
garis linearnya adalah :
Y = 268,75 + 7,26 X
Dengan
menggunakan persamaan tersebut, dapat diramalkan jumlah kelahiran bayi di kota
Z pada tahun 2015 adalah :
Y = 268,75 + 7,26 (untuk tahun 2015 nilai
X adalah 19)
= 268,75 + 7,26 (19)
Sehingga,
Y = 268,75 + 137,94 = 406,69
Jadi,
jumlah kelahiran bayi di kota Z diperkirakan sebanyak 406 jiwa.
III.
KESIMPULAN
Dari pembahasan di atas, dapat
dilihat sejarah, definisi, serta metode-metode time series. Time series sangat
berguna dalam menghitung perkembangan trend dari suatu data yang ada. Dalam
artikel ini penulis membahas tentang metode kuadrat terkecil (least square). Disini penulis mengambil
contoh pertumbuhan penduduk dan jumlah kelahiran bayi pada kota Z. Dari
pembahsan diatas kita mempunyai data jumlah penduduk 2008. Dengan perhitungan
time series metode least square ini,
kita bisa menghitung perkembangan jumlah penduduk di tahun selanjutnya dimana
di data ini yang kita cari adalah perkiraan jumlah penduduk tahun 2020.
Sedangkan untuk data kelahiran bayi di kota Z kita mempunyai data kelahiran
bayi sampai tahun 2009. Dengan perhitungan diatas kita dapat menghitung
perkiraan jumlah kelahiran bayi di tahun 2015. Jadi, dengan adanya metode least square ini sangat membantu dalam
membaca data kuantitatif menjadi data deskriptif dalam statistika.
IV.
REFERENSI
Lind,
Douglas A., dkk. 2014. Teknik-Teknik Statistika dalam Bisnis & Ekonomi.
Jakarta : Salemba Empat.

Komentar
Posting Komentar