Pentingnya Uji Hipotesis dalam Statistika
Pentingnya Uji Hipotesis dalam Statistika
Nama : Ika Agustin
Kelas : 4 ES A
NIM : 1617201019
Matkul : Statistika II
Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita jumpai banyak hal yang dapat kita desripsikan dalam bentuk data. Informasi data yang diperoleh tentunya harus diolah terlebih dahulu menjadi sebuah data yang mudah dibaca dan dianalisa. Statistika adalah ilmu yang mempelajari cara-cara pengolahan data. Untuk memperoleh data kita perlu mengadakan sebuah penelitian, dimana ketika kita melakukan penelitian kita harus melakukan berbagai cara, seperti halnya melaukan pengujian hipotesis atau dugaan sementara.
Pengujian hipotesis merupakan prosedur penting dalam statistik. Sebuah tes hipotesis dilakukan dengan mengevaluasi dua pernyataan paling penting tentang populasi untuk menentukan pernyataan terbaik yang di dukung oleh data sampel. Uji Hipotesis adalah cabang Ilmu Statistika Inferensial yang dipergunakan untuk menguji kebenaran suatu pernyataan secara statistik dan menarik kesimpulan apakah menerima atau menolak pernyataan tersebut. Pernyataan ataupun asumsi sementara yang dibuat untuk diuji kebenarannya tersebut dinamakan dengan Hipotesis (Hypothesis) atau Hipotesa. Tujuan dari Uji Hipotesis adalah untuk menetapkan suatu dasar sehingga dapat mengumpulkan bukti yang berupa data-data dalam menentukan keputusan apakah menolak atau menerima kebenaran dari pernyataan atau asumsi yang telah dibuat. Uji Hipotesis juga dapat memberikan kepercayaan diri dalam pengambilan keputusan yang bersifat Objektif. Pengambilan Keputusan dalam uji Hipotesis dihadapi dengan dua kemungkinan kesalahan yaitu :
1. Kesalahan Tipe I (Type I Error)
Kesalahan yang diperbuat apabila menolak Hipotesis yang pada hakikatnya adalah benar. Probabilitas Kesalahan Tipe I ini biasanya disebut dengan Alpha Risk (Resiko Alpha). Alpha Risk dilambangkan dengan simbol α.
2. Kesalahan Tipe II (Type II Error)
Kesalahan yang diperbuat apabila menerima Hipotesis yang pada hakikatnya adalah Salah. Probabilitas KesalahanTipe II ini biasanya disebut dengan Beta Risk (Resiko Beta). Beta Risk dilambangkan dengan simbol β
Dalam Pengujian Hipotesis, diperlukan membuat 2 pernyataan Hipotesis yaitu :
A. Pernyataan Hipotesis Nol (H0)
Pernyataan yang diasumsikan benar kecuali ada bukti yang kuat untuk membantahnya .Selalu mengandung pernyataan “sama dengan”, “Tidak ada pengaruh”, “Tidak perbedaan”Dilambangkan dengan H0Contoh : H0 : μ1 = μ2 atau H0 : μ1 ≥ μ2
B. Pernyataan Hipotesis Alternatif (H1)
Pernyataan yang dinyatakan benar jika Hipotesis Nol (H0) berhasil ditolak. Dilambangkan dengan H1 atau HAContoh H1 : μ1 ≠ μ2 atau H1 : μ1 > μ2Dalam menentukan Formulasi Pernyataan H0 dan H1, kita perlu mengetahui Jenis Pengujian berdasarkan sisinya. Terdapat 2 Jenis Pengujian Formulasi Ho dan H1, antara lain :
a. Pengujian 1 (Satu) Sisi (one tail test)
Sisi Kiri
H0 : μ = μ1
H1 : μ < μ1
Tolak H0 bila t hitung < -t tabel
Sisi Kanan
H0 : μ = μ1
H1 : μ > μ1
Tolak H0 bila t hitung > t tabel
b. Pengujian 2 (Dua) Sisi (two tail test)
H0 : μ = μ1
H1 : μ ≠ μ1
Tolak H0 bila t hitung > t tabel
Tiga bentuk rumusan Hipotesis
1. Hipotesis Deskriptif
Hipotesis deskriptif, adalah dugaan tentang nilai suatu variabel mandiri, tidak membuat perbandingan atau hubungan. Sebagai contoh, bila rumusan masalah penelitian sebagai berikut ini, maka hipotesis yang dirumuskan adalah hipotesis sementara. Dalam perumusan hipotesis statistik, antara hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha) selalu berpasangan, bila salah satu ditolak, maka yang lain pasti diterima, sehingga dibuat keputusan yang tegas, yaitu kalau Ho ditolak pasti Ha diterima. Hipotesis statistik ini dinyatakan melalui simbol-simbol.
2. Hipotesis Komparatif
Hipotesis komparatif adalah pernyataan yang menunjukan dugaan nilai dalam satu variabel atau lebih pada sampel yang berbeda. Contohnya apakah ada perbedaan antara daya tahan lampu A dan B.
3. Hipotesis Hubungan
Hipotesis hubungan adalah suatu pernyataan yang menunjukan dugaan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih.
Jadi dapat disimpulkan bahwa pengujian hipotesis mempunyai peranan penting dalam statistika, yang mana dapat dijadikan dugaan sementara untuk menolak atau menerima asumsi yang telah diutarakan atau dengan artian uji hipotesis merupakan suatu argument untuk meyakinkan bahwa pernyataan tersebut bisa dijadikan sebagai landasan untuk menerima atau menolak tidaknya sebuah pernyataan.
Sugiyono, 2014. Statistika untuk penelitian. Bandung: Alfabeta.
\
Komentar
Posting Komentar