Sejarah Statistika

SEJARAH STATISTIKA
Oleh :
NAMA : ANNISA IMANIAH
KELAS : 4 EKONOMI SYARI’AH
NIM : 1617201007
MATA KULIAH : PENGANTAR STATISTIKA 2
PENGAMPU : MAHARDHIKA CIPTA RAHARJA, S.E, M.Si.

PENDAHULUAN
 Definisi statistik menuru para ahli statistik berasal dari kata “state” yang berarti negara. Dalam pengertian sederhana, statistik berarti data. Dalam arti luas, statistik adalah kumpulan data dalam bentuk angka maupun bukan angka yang disusun dala bentuk tabel (daftar) dan atau diagram yang menggambarkan (berkaitan) dengan suatu masalah tertentu.
 Mata kuliah satatistika sangat diperlukan mahasiswa terutama ketika seorang mahasiswa harus mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menginterpretasi data untuk pembuatan skripsi, thesis dan disertasi. Sebagai suatu ilmu, kedudukan statistika termasuk salah satu cabang dari ilmu matematika terapan. Oleh karena itu, untuk memahami statistika pada tingkat yang tinggi, terlebih dahulu diperlukan memahami ilmu matematika.



PEMBAHASAN
Penggunaan istilah statistika berakar dari istilah dalam bahasa latin modern “statisticum collegium” (dewan negara) dan bahasa Italia “statista” (negarawan atau politikus).

Semenjak peradaban Yunani ilmu hitung sudah diperkenalkan, dan menjadi alat utama dalam proses pengambilan keputusan. Fenomena ini bisa dilacak dalam tulisan filsuf Yunani seperti Aristoteles, maupun Plato yang mengusulkan sisem pemilihan langsung terhadap pejabat publik di mana di kemudian hari dikenal dengan demokrasi langsung. Untuk menghitung siapa yang paling diterima oleh masyarakat dalam pemilihan tersebut maka aspek ilmu hitung menjadi dasar alat pembenar.
Jauh sebelum abad 18, ketika pertama kalinya Achenwall (1749) memberikan istilah “statistika”, sebenarnya orang telah mengenal pengumpulan dan penggunaan data. Sejarah kerajaan Israel Kuno, Babilonia, dan Mesir Kuno menunjukan bahwa mereka sudah mengenal dan melakukan sensus penduduk. Pada abad pertengahan, statistika berkembang dengan penekanan pada arti sebagai data. Pada zaman tersebut, negara merupakan satu-satunya pihak yang berkepentingan dengan statistika, sementara pihak lain belum menyadari pentingnya statistika sebagai data. Beberapa contoh penggunaan statistika pada abad pertengahan :
Penyusunan buku Domesday Book pada tahun 1086 atas perintah Raja Inggris, William The Conqueror, yang berisi data tentang kepemilikan, luas, dan kekayaan kerajaan inggris.
Penyusunan buku Bills Of Mortality pada tahun 1632 di Inggris, yang berisi tentang catatan kelahiran dan kematian di Inggris menurut jenis kelamin.
Pada abad 19 dan 20, statistika mengalami kemajuan yang pesat. Banyak ilmuan yang menyumbangkan teori-teori, seperti :
Abraham Demoitre (1667-1754)
Mengembangkan teori galat atau kekeliruan (theory of error).
Thomas Simpsom (1757)
Menyimpulkan bahwa terdapat sesuatu distribusi yang berlanjut (continues distribution) dari suatu variabel dalam suatu frekuensi yang cukup banyak.
Pierre Simon de Laplace (1749-1827)
Mengembangkan konsep Demoivre dan Simpson ini lebih lanjut dan menemukan distribusi normal sebuah konsep mungkin paling umum dan paling banyak dipergunakan dalam analisis statistika disamping teori peluang.
Distribusi lain, yang tidak berupa kurva normal, kemudian ditemukan Francis Galton (1822-1911) dan Karl Pearson (1857-1936).
Karl Frederich Gauss (1777-1855)
Mengembangkan teknik kuadrat terkecil (least squares) simpangan baku dan galat baku untuk rata-rata (the standard error of the mean). Pearson melanjutkan konep-konsep Galton dan mengembangkan konsep regresi, korelasi, ditribusi, chi-kuadrat dan analisis statistika untuk data kualitatif Pearson menulis buku The Grammar of Science sebuah karya klasik filsafat ilmu.
William Searly Gosset, yang terkenal dengan nama samaran “student”, mengembangkan konsep konsep tentang pengambilan contoh.
Desigment Experiment dikembangkan oleh Ronald Alylmer Fisher (1890-1962) mengembangkan desain eksperimen disamping analisis varians dan kovarians, distribusi-z, distribusi-t, uji signifikan dan teori tentang perkiraan (theory of estimation).
Penggunaan statistika pada masa sekarang dapat dikatakan telah menyentuh semua bidang ilmu pengetahuan mulai dari astronomi hingga linguistika. Bidang-bidang ekonomi, biologi dan cabang-cabang terapannya, serta psikologi banyak dipengaruhi oleh statistika dalam metodologinya. Akibatnya lahirlah ilu-ilmu gabungan seperti ekonomerika, biometrika (atau biostatistika), dan psikometrika.
Meskipun ada pihak yang menganggap statistika sebagai cabang dari matematika, tetapi sebagian pihak lainnya menganggap statistika sebagai bidang yang banyak terkait dengan matmatika dan ilmu pngetahuan alam, baik di dala departemen tersendiri maupun tergabung dengan matematika.

PENUTUP
Kesimpulan
Penggunaan istilah statistika berakar dari istilah dalam bahasa latin modern “statisticum collegium” (dewan negara) dan bahasa Italia “statista” (negarawan atau politikus). Semenjak peradaban Yunani ilmu hitung sudah diperkenalkan, dan menjadi alat utama dalam proses pengambilan keputusan. Pada abad pertengahan, statistika berkembang dengan penekanan pada arti sebagai data. Beberapa contoh penggunaan statistika pada abad pertengahan; Penyusunan buku Domesday Book pada tahun 1086 dan Penyusunan buku Bills Of Mortality pada tahun 1632.
 Pada abad 19 dan 20, statistika mengalami kemajuan yang pesat, tokohnya antara lain; Abraham Demoitre (1667-1754), Thomas Simpsom (1757), Pierre Simon de Laplace (1749-1827), Francis Galton (1822-1911), Karl Pearson (1857-1936) dll.

Referensi :
Lukas Setia Atmaja, “Statistik untuk Bisnis dan Ekonomi”,CV Andi Ofset: Yogyakarta, hal 1.
http://teddyginting.blogspot.co.id/2012/10/sejarah-statistika.html?m=1.
https://saukity13.blogspot.co.id/2016/09/sejarah-dan-pengertian-statistika.html?m=1.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEKNIK SAMPLING DALAM STATISTIK

PERANAN STATISTIKA DALAM EKONOMI DAN BISNIS

Mengenal Angka Indeks Relatif Sederhana