TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL DALAM PENELITIAN
TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL DALAM PENELITIAN
Bintang Trirahma
1617201010
Pengantar Statistika II
Dosen: Mahardhika Cipta Raharja, S.E., M.Si.
Abstrak
Penulisan
karya tulis ini bertujuan untuk memaparkan Teknik pengambilan sampel sebagai pembekalan
seluruh mahasiswa dalam menyusun penelitiannya yang menggunakan Teknik tersebut.
Adapun yang menjadi latar belakang penulisan ini karena seluruh mahasiswa dalam
meneliti sebuah hal, maka perlu adanya pengambilan sampel agar lebih efisien
daripada meneliti secara keseluruhan. Meskipun banyak mahasiswa tidak
menggunakan Teknik ini, tapi menurut saya, Teknik inilah yang terbaik menurut
pengalaman yang telah saya uji. Contohnya dalam meneliti sebuah pabrik industri
yang memiliki banyak produknya, hingga kualitas dari fasilitas kampus sendiri,
contoh nyatanya yaitu kerusakan kursi kelas yang telah terjadi.
Pengambilan
sampel memiliki potensi agar lebih mudah tentunya dalam melakukan penelitian.
Potensi tersebut pasti sangat diharapkan oleh sebagian penduduk yang
menggunakannya. Hal ini membantu untuk mencegah pemborosan waktu, tenaga,
tentunya yang berujung dengan uang. Teknik pengambilan sampel sudah memiliki
materi yang begitu lengkap dalam beberapa buku ilmiah, yang pastinya telah
tersedia hamper seluruh kampus yang ada di dunia sendiri. Penggunaan Teknik
sampel tidak juga hanya digunakan pada skripsi, tapi juga dalam artikel,
makalah, pembuatan berita dan lain sebagainya.
Kata-kata kunci : Teknik pengambilan sampel, potensi,
penelitian
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Pentingnya
Teknik Pengambilan Sampel dalam Penelitian
Dalam suatu penelitian yang ditujukan untuk mengetahui
karakteristik suatu populasi, masalah penggunan sampel merupakan sesuatu yang
sangat penting. Bahkan disadari dalam kehidupan sehari-hari penggunaan sampel
bukan merupakan suatu hal yang asing lagi bagi masyarakat. Pada umumnya untuk
memperoleh informasi tentang karakteristik suatu populasi maka tidak perlu
semua anggota populasi diobservasi, tetapi cukup hanya sebagiannya saja,
sebagian anggota populasi tersebut disebut sampel. Disini akan ditegaskan
kembali bahwa suatu sampel adalah sebagian dari populasi yang ingin diteliti,
yang ciri-ciri dan keberadaannya diharapkan mampu mewakili atau menggambarkan ciri-ciri
dan keberadaan populasi yang sebenarnya.
Dengan hanya mengamati sampel tersebut, daripada mengamati seluruh
populasinya, maka akan diperoleh efesiensi baik dari segi waktu, tenaga maupun
biaya. Sama halnya seperti untuk mengetahui kemanisan satu karung gula, cukup
dicoba sejimpit gula saj dan tidak perlu satu karung gula tersebut dicoba
semua.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Teknik Pengambilan Sampel
Populasi
adalah keseluruhan objek yang akan diteliti. Bagian dari populasi bisa benda
hidup ataupun mati, dimana sifat-sifat yang ada padanya dapat diukur atau
diamati. Populasi yang tidak pernah diketahui dengan pasti jumlahnya disebut
“Populasi Infinitif” atau tidak terbatas dan populasi yang diketahui dengan
pasti jumlahnya (Populasi yang dapat diberi nomor identifikasi. Misalnya murid
sekolah, mahasiswa, disebut “populasi Finit”
Pengambilan
sampel (sampling) adalah suatu proses yang dilakukan untuk memilih dan
mengambil secara ‘benar’ dari suatu populasi, sehingga dapat digunakan sebagai
‘wakil’ yang sahih (dapat mewakili) bagi populasi tersebut. Terkait erat dengan
pengambilan sampel adalah metode yang dipergunakan untuk menyeleksi sejumlah
individu dari populasi sehingga dapat menghasilkan sampel yang representatif,
dalam arti sampel tersebut benar-benar mampu digunakan untuk menggambarkan
populasinya.
2.2 Metode
Pengambilan Sampel
Sampling
adalah teknik cara atau teknik yang dipergunakan untuk mengambil sampel. Pada
dasarnya ada dua cara pengambilan sampel (Random sampling dan non random
sampling) (DJarwanto, 1985 : 114).
Keuntungan
utama dari sampling dibandingkan dengan pencatatan menyeluruh (sensus) adalah :
1.
Penyelidikan biaya yang terbatas (reduced cost).
2.
Menghemat waktu dan tenaga (greater spreeder).
3.
Penghematan pada hal-hal khusus.
2.3 Kelemahan-Kelemahan
Sampling
Dalam
keadaan tertentu faedah dari sampling menimbulkan keragu-raguan. dapat
disebutkan sebagai berikut :
1. Jika
data yang diperlukan dari
wilayah-wilayah yang amat kecil maka diperlukan sampel yang relatif besar populasinya
2. Jika
data yang dibutuhkan adalah untuk beberapa periode waktu yang teratur dan
diperlukan untuk mengukur perubahan yang sangat kecil dari suatu period ke
periode berikutnya, sampel yang besar mungkin dibutuhkan.
3.Jika
dalam survai, pengambilan sampel harus dikeluarkan biaya administrasi yang
besarnya luarbiasa disebabkan oleh pekerjaan pemilihan sampel, pengawasan dan
sebagainya, sampling mungkin tidak praktis.
2.4 Jenis
Random Sampling
Jenis-jenis yang ada dalam Random
Sampling:
1. Pengambilan sampel acak sederhana (Simple
random sampling)
2. Pengambilan sampel acak stratifikasi
(Stratified random sampling)
3. Pengambilan sampel acak bertahap
(Multistage random sampling)
4. Pengambilan sampel secara acak sistematik
(Sistimatic random sampling)
5. Pengambilan sampel acak kelompok (cluster
random sampling)
Pengambilan
sampel dilakukan secara acak sedemikian rupa sehingga probabilitas setiap unit
sampel diketahui, sedangkan pengambilan sampel tanpa acak dilakukan sedemikian
rupa sehingga probabilitas setiap unit sampel tidak diketahui dan faktor subjek
memegang peran penting.
2.5 Random
Sampling
1.
Pengambilan sampel secara acak sederhana (Simple random sampling)
Pengambilan
sampel secara acak sederhana adalah pengambilan sampel sedemikian rupa sehingga
sehingga setiap unit dasar (individu) mempunyai kesempatan yangsama untuk
diambil sebagai sampel.
2
Pengambilan Sampel Acak Stratifikasi (Stratified Random Sampling)
Populasi
dibagi-bagi menjadi beberapa bagian/ subpopulasi/ stratum. Angota-anggota dari
sub-populasi (stratum) dipilih secara random, kemudian dipilih secara random,
kemudian dijumlahkan.
3 Teknik
sampling sistimatik (Systimatik random sampling)
Prosedur
:
1)
Diberikan nomor pengenal kepada individu populasi yang homogen secara merata
dan berurutan
2)Ditentukan
proporsi sampel yang akan diambil, misalnya untuk populasi 100 dengan sampel
sejumlah 10, berarti proporsinya 10/100 =1/10 atau 10%
3)
Sampel yang pertama ditentukan satu di antara 10 nomor urut pertama secara acak
sederhana, misalnya nomor 5, maka sampel berikutnya adalah nomor 15, 25, 35,
45, 55, 65, 75, 85, 95
Metode
“systematic sampling” dapat digunakan dalam keadaan (Teken, 1965 : 71)
1.Apabila
nama atau identifikasi dari satuan-satuan individu dalam populasi itu terdapat
dalam suatu daftar, sehingga satuan-satuan tersebut dapat diberi nomor urut.
2.Apabila
populasi itu mempunyai pola beraturan, seperti blok-blok dalam kota itu dapat
diberi nomor urut, sedang rumah- rumah pada suatu jalan biasanya sudah
mempunyai nomor urut (Djarwanto, dkk, 1985 : 116).
4. Pengambilan sampel acak secara bertahap (Multistage
Random Sampling)
Cara ini
merupakan salah satu model pengambilan sampel secara acak yang pelaksanaannya
dilakukan dengan membagi populasi menjadi beberapa fraksi yang dihasilkan
dibagi lagi menjadi fraksi-fraksi yang lebih kecil kemudian diambil sampelnya.
5.
Cluster random sampling
Pengambilan
sampel acak dengan kelompok dilakukan apabila kita akan mengadakan suatu
penelitian dngan mengambil kelompok unit dasar sebagai sampel.
2.6 Metode
pengambilan sampel non random sampling
1.Pengambilan
sampel seadanya (accidental sampling)
Pengambilan
sampel berdasarkan kebetulan bertemu. Sebagai contoh, dalam menentukan sampel apabila dijumpai ada, maka sampel
tersebut diambil dan langsung dijadikan sebagai sampel utama (Hidayat, AA Aziz
‘Alimul, 82)
2. Pengambilan Sampel Terbatas (quota sampling)
Menurut
KBBI quota artinya jatah. Pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan). Cara pengambilan
sampel dengan jatah hampir sama dengan pengambilan sampel seadanya, tetapi
dengan kontrol yang lebih baik untuk mengurangi terjadinya bias.
3.Pengambilan
sampel berdasarkan pertimbangan
(purposif sampling)
Adalah pengambilan sampel berdasarkan
pertimbangan tertentu sehingga keterwakilannya ditentukan peneliti berdasarkan
pertimbangan orang yang telah berpengalaman berbagai pihak.
2.7
Besar Sampel
Pertimbangan
representatif yaitu yang menyangkut jumlah minimum yang menyangkut minimum
sampel yang masih menjamin represantif terhadap populasi. Pertimbangan analisis
yaitu pertimbangan jumlah minimum sampel yang dapat dianalisis secara kuantitatif
a.
Tingkat homogenitas
b.
Banyaknya variabel
c. Jenis
rancangan
d. Teknik analisis
2.8 Kesalahan
sampel
Pada
umumnya kesalahan ini sering terjadi pada waktu menelaah sampel yang akan
dipakai sebagai dasar untuk membuat kesimpulan mengenai populasi darimana
sampel itu diambil.
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pada
populasi yang diteliti itu adalah sampel (bagian yang diteliti dari populasi).
Hal ini dilakukan untuk memudahkan proses dalam penyimpulan data penelitian, dan meringankan biaya penelitian. Sampling adalah cara dalam
pengambilan sampel.
Ada 2
teknik sampling yaitu random samping (Symple Random Sampling, Stratified Random
Sampling, Systimatic Random Sampling, Cluster Random Sampling, Cluster Random
Sampling). Selanjutnya teknik non random sampling (Accidental Random Sampling,
Quota Random Sampling, Purposif Random Sampling).
DAFTAR
PUSTAKA
1. Amudi
Pasaribu, Dr, M.Sc., Ph.D, Pengantar Statistik, Jakarta: Ghalia Indonesia,
Cetakan
keempat, 1981.
2.
Ronald, E. Walpole, Pengantar Statistika, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta,
Edisi
ke-3, 1992.
3.
Rohmad, Supriyanto, Pengantar Statistika, Kalimedia, Yogyakarta, Cetakan kedua,
2016.
Komentar
Posting Komentar