TUTORIAL LENGKAP UJI STATISTIKA METODE KORELASI PARTIAL


TUTORIAL LENGKAP UJI STATISTIKA METODE KORELASI PARTIAL 
oleh 
FERA MEGA AGUSTIANA    
A.    Pendahuluan
Teknik analisis yang  termasuk dalam salah satu teknik pengukuran asosiasi / hubungan (measures of association) adalah korelasi. Korelasi dapat diartikan sebagai hubungan. Namun korelasi bukan hanya dapat sebatas pengertian tersebut. Dapat digunakan sebagai salah satu teknik analisis dalam statistik untuk mencari hubungan dua variabel yang bersifat kuantitatif. Hubungan dua variabel tersebut dapat terjadi karena adanya hubungan sebab akibat atau dapat pula terjadi karena kebetulan saja dan dikatakan berkolerasi jika perubahan pada variabel yang satu akan diikuti perubahan pada variabel yang lain secara teratur apabila arahnya sama (korelasi positif) atau berlawanan (korelasi negatif). 
Ukuran dari seberapa dekat dua variabel berubah dalam hubungan satu sama lain dapat menggunakan korelasi. Contoh,  bisa menggunakan berat badan dan usia siswa SD sebagai variabel korelasi positif. Semakin tua usia siswa SD, maka berat badannya menjadi semakin banyak. Ini adalah korelasi positif karena kedua variabel mengalami perubahan ke arah yang sama, yakni dengan meningkatnya usia, maka berat badan pun ikut meningkat.  Sementara itu, kita bisa menggunakan nilai dan tingkat ketidak hadiran siswa sebagai contoh dalam korelasi negatif. Semakin tinggi tingkat ketidak hadiran siswa di kelas, maka nilai yang diperolehnya cenderung semakin rendah.
Korelasi partial digunakan jika variabel ketiga mempunyai keterkaitan dengan salah satu variabel yang kita korelasikan. Korelasi partial juga digunakan  metode pengukuran keberatan hubungan (korelasi) antara variabel bebas dan variabel tak bebas dengan mengontrol salah satu variabel bebas untuk melihat korelasi natural antara variabel yang tidak terkontrol. Analisis korelasi parsial (partial correlation) melibatkan dua variabel. Satu buah variabel yang dianggap berpengaruh akan dikendalikan atau dibuat tetap (sebagai variabel kontrol). 

B.     Pembahasan
Korelasi merupakan teknik statistik untuk meguji ada atau tidaknya hubungan dan arah hubungan dari dua variabel atau lebih
Korelasi adalah korelasi untuk menguji hubungan dua atau lebih variabel independen dengan satu variabel dependen serta dilakukan pengendalian pada salah satu variabel independennya. Sebagai contoh misalnya kita akan meneliti hubungan variabel X2dan variabel bebas Y, dengan  Xdikontrol (korelasi Parsial). Disini variabel yang di control (X) di keluarkan atau di buat konstan. Sehingga X2’ = X– (b2X1 + a) dan Y’ = Y – (bX+a1), tetapi nilai adan b di dapatkan dengan menggunakan regresi linear. Setelah hasilnya diperoleh, kemudian di cari regresi X‘ dengan Y’ dimana : Y’ = b3X2’ +a3. Korelasi yang di dapatkan dan sejalan dengan model model di atas dinamakan korelasi parsian X2 dan Y sedangkan Xdibuat konstan
Besar kecilnya hubungan antara dua variabel dinyatakan dalam bilangan yang disebut Koefisien Korelasi:
a. Besarnya Koefisien antara   -1   0  +1

b. Besaran koefisien -1 & 1 adalah hubungan yang sempurna

c. Nilai Koefisien 0 atau mendekati 0 dianggap tidak berhubungan antara dua variabel yang diuji

Arah Hubungan

a. Positif (Koefisien 0 s/d 1)

b. Negatif (Koefisien 0 s/d -1)

c. Nihil (Koefisien 0).

                     Contoh Soal  dan Penyelesaian
Contoh kasus:
Kita mengambil contoh pada kasus korelasi sederhana di atas dengan menambahkan satu variabel kontrol. Seorang mahasiswa bernama Andi melakukan penelitian dengan menggunakan alat ukur skala. Andi ingin meneliti tentang hubungan antara kecerdasan dengan prestasi belajar jika terdapat faktor tingkat stress pada siswa yang diduga mempengaruhi akan dikendalikan. Dengan ini Andi membuat 2 variabel yaitu kecerdasan dan prestasi belajar dan 1 variabel kontrol yaitu tingkat stress. Tiap-tiap variabel dibuat beberapa butir pertanyaan dengan menggunakan skala Likert, yaitu angka 1 = Sangat tidak setuju, 2 = Tidak setuju, 3 = Setuju dan 4 = Sangat Setuju. Setelah membagikan skala kepada 12 responden didapatlah skor total item-item yaitu sebagai berikut:

                      Tabel. Tabulasi Data (Data Fiktif)
Subjek
Kecerdasan
Prestasi Belajar
Tingkat Stress
1
33
58
25
2
32
52
28
3
21
48
32
4
34
49
27
5
34
52
27
6
35
57
25
7
32
55
30
8
21
50
31
9
21
48
34
10
35
54
28
11
36
56
24
12
21
47
29
                                          
Langkah-langkah pada program SPSS
a.       Masuk program SPSS
b.      Klik variable view pada SPSS data editor
c.       Pada kolom Name ketik x1, kolom Name pada baris kedua ketik x2, kemudian kolom Name pada baris ketiga ketik y.
d.       Pada kolom Decimals ganti menjadi 0 untuk semua variabel
e.       Pada kolom Label, untuk kolom pada baris pertama ketik Kecerdasan, untuk kolom pada baris kedua Tingkat Stress, dan kolom pada baris ketiga ketik Prestasi Belajar.
f.         Untuk kolom-kolom lainnya boleh dihiraukan (isian default)
g.        Buka data view pada SPSS data editor, maka didapat kolom variabel x1, x2 dan y.
h.      Ketikkan data sesuai dengan variabelnya
i.         Klik Analyze - Correlate – Partial
j.          Klik variabel Kecerdasan dan masukkan ke kotak Variables, kemudian klik variabel Prestasi Belajar dan masukkan ke kotak yang sama (Variables). Klik variabel Tingkat Stres dan masukkan ke kotak Controlling for
k.       Klik OK, maka hasil output yang didapat adalah sebagai berikut:

                            Tabel. Hasil Analisis Korelasi Parsial

- P A R T I A L  C O R R E L A T I O N  C O E F F I C I E N T S  -

Controlling for..    X2


X1
Y
X1
1.0000
.4356

(    0)
(    9)

P= .
P= .181
Y
.4356
1.0000

(    9)
(    0)

P= .181
P= .

Dari hasil analisis korelasi parsial (ry.x1x2) didapat korelasi antara kecerdasan dengan prestasi belajar dimana tingkat stress dikendalikan (dibuat tetap) adalah 0,4356. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi hubungan yang sedang atau tidak terlalu kuat antara kecerdasan dengan prestasi belajar jika tingkat stress tetap. Sedangkan arah hubungan adalah positif karena nilai r positif, artinya semakin tinggi kecerdasan maka semakin meningkatkan prestasi belajar.

-     Uji Signifikansi Koefisien Korelasi Parsial (Uji t)
Uji signifikansi koefisien korelasi parsial digunakan untuk menguji apakah hubungan yang terjadi itu berlaku untuk populasi (dapat digeneralisasi). Langkah-langkah pengujian sebagai berikut:
1.   Menentukan Hipotesis
Ho : Tidak ada hubungan secara signifikan antara kecerdasan dengan prestasi belajar jika tingkat stress tetap
Ha : Ada hubungan secara signifikan antara kecerdasan dengan prestasi belajar jika tingkat stress tetap
2.    Menentukan tingkat signifikansi
            Pengujian menggunakan uji dua sisi dengan tingkat signifikansi a = 5%. (uji dilakukan 2 sisi karena untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan yang signifikan, jika 1 sisi digunakan untuk mengetahui hubungan lebih kecil atau lebih besar)
Tingkat signifikansi dalam hal ini berarti kita mengambil risiko salah dalam mengambil keputusan untuk menolak hipotesa yang benar sebanyak-banyaknya 5% (signifikansi 5% atau 0,05 adalah ukuran standar yang sering digunakan dalam penelitian)
3.   Kriteria Pengujian
Berdasar probabilitas:
Ho diterima jika P value > 0,05
            Ho ditolak jika P value < 0,05
4.   Membandingkan probabilitas
Nilai P value (0,181 > 0,05) maka Ho diterima.

C.      Kesimpulan
Oleh karena nilai P value (0,181 > 0,05) maka Ho diterima, artinya bahwa tidak ada hubungan secara signifikan antara kecerdasan dengan prestasi belajar jika tingkat stress dibuat tetap. Hal ini dapat berarti terdapat hubungan yang tidak signifikan, artinya hubungan tersebut tidak dapat berlaku untuk populasi yaitu seluruh siswa SMU Negeri 1 Yogyakarta, tetapi hanya berlaku untuk sampel. Jadi dalam kasus ini dapat disimpulkan bahwa kecerdasan tidak berhubungan terhadap prestasi belajar pada siswa SMU Negeri 1 Yogyakarta.

Referensi
Purwanto, Suharyadi. Statistika Untuk Ekonomi & Keuangan Modern Edisi 2. Jakarta, Salemba empat, 2007.

.
 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERANAN STATISTIKA DALAM EKONOMI DAN BISNIS

TEKNIK SAMPLING DALAM STATISTIK

Mengenal Angka Indeks Relatif Sederhana