TEKNIK SAMPLING



TEKNIK SAMPLING

 oleh
Kustianti
1617201022

PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
        Ketika kita melakukan penelitian, sudah pasti kita banyak memerlukan individu-individu sebagai sumber data. Dalam melakukan pengumpulan data harus disesuaikan dengan tujuan yang telah direncanakan, sasaran penelitian, hasil penelitian yang diharapkan serta teknik pengambilan data. Data untuk penelitian dapat diperoleh dari hasil sensus, pengamatan, dan pengukuran pada sample, dan dari percobaan dengan satu atau berbagai perlakuan.
        Istilah populasi, sampel dan teknik sampling sering kali kita dengar, namun terkadang istilah-istilah tersebut kurang dipahami. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas mengenai populasi, sampel dan teknik sampling. Populasi adalah keseluruhan anggota subjek penelitian yang memiliki kesamaan karakteristik. Sedangkan sample adalah sebuah kelompok anggota yang menjadi bagian populasi sehingga juga memiliki karakteristik populasi. Populasi dan sampel merupakan subjek penelitian gurunya data, dan data-data yang berasal dari subjek penelitian inilah yang kemudian dijadikan objek analisis statistik. Subjek penelitian dapat berwujud manusia. Data yang diambil dari subjek manusia tergantung tujuan penelitiannya, misalnya kemampuan terhadap bidang tertentu siswa atau mahasiswa, sikap, pendapat, tinggi, dan berat badan, besarnya penghasilan, dan laiun-lain. Di pihak lain subjek penelitian dapat juga berwujud nonmanusia, misalnya binatang tertentu, lahan pertanian, benda-benda produk suatu pabrik seperti sabun, makanan kaleng, aki kendaraan bermotor, dan lain-lain. Aspek yang diteliti juga dapat bermacam-macam, untuk produk suatu pabrik misalnya dapat berupa jumlah barang yang beredar, jumlah yang laku, yang rusak, yang disukai konsumen yang awet, yang ekonomis, dan lain-lain tergantung  tujuan penelitian.

        Dalam melakukan pengambilan sample tentu tidak sembarangan dan ada tekniknya yang disebut sebagai teknik sampling. Terdapat berbagai teknik sampling untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian. Teknik sampling pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu probability sampling dan nonprobability sampling. Dengan kedua cara tersebut tidak perlu dilakukan perhitungan yang rumit. Untuk pengertian dan penjelasan lebih lanjut mengenai probability sampling, dan nonprobability sampling yang akan dibahas pada tulisan khusus mengenai Teknik Pengambilan Sampling.

B.    Rumusan Masalah
1.    Apa pengertian populasi dan sample?
2.   Apakah yang dimaksud dengan teknik sampling?
3.   Apa saja teknik yang digunakan dalam pengambilan sample penelitian?

C.    Tujuan Pembuatan Makalah
1.    Menguraikan pengertian populasi dan sampel
2.   Menguraikan pengertian teknik sampling
3.   Menjelaskan teknik-teknik pengambilan sampel












PEMBAHASAN

A.    Pengertian Populasi dan Sampling
        Populasi atau sering juga disebut universe adalah keseluruhan atau totalitas objek yang diteliti yang ciri-cirinya akan diduga atau ditaksir (estimated). Populasi dalam penelitian (penelitian komunikasi) bisa berupa orang (individu, kelompok, organisasi, komunitas, atau  masyarakat) maupun benda, misalnya jumlah terbitan media massa, jumlah artikel dalam media massa, jumlah rubrik, dan sebagainya (terutama jika penelitian kita menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Ciri-ciri populasi disebut parameter (rata-rata, ragam, modus, atau range). Populasi penelitian terdiri dari populasi sampling dan populasi sasaran. Populasi sampling adalah keseluruhan objek yang diteliti. Sedangkan populasi sasaran (target populasi) yaitu populasi yang menjadi sasaran pengamatan atau populasi dari mana suatu keterangan, akan diperoleh misal kita akan meneliti bagaimana rata-rata tingkat prestasi akademik mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah IAIN Purwokerto dan kita hanya akan memokuskan penelitian kita pada mahasiswa yang aktif di berbagai organisasi baik itu yang berada di dalam kampus maupun di luar kampus. Maka seluruh mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah IAIN Purwokerto adalah populasi sampling, sedangkan seluruh mahasiswa yang aktif di berbagai organisasi adalah populasi sasaran.
        Sample adalah sebagian unsur populasi yang dijadikan objek penelitian itu disebut sampel. Sampel atau juga sering disebut contoh adalah wakil dari populasi yang ciri-cirinya akan diungkapkan dan akan digunakan untuk menaksir ciri-ciri populasi. Jika kita menggunakan sampel sebagai sumber data, maka yang akan kita peroleh adalah ciri-ciri sampel bukan ciri-ciri populasi, tetapi ciri-ciri sampel itu harus dapat digunakan untuk menaksir populasi.  Ciri-ciri sampel disebut statistik. Adapun sample yang baik, yang kesimpulannya dapat dikenakan pada populasi, adalah sampel yang bersifat representatif atau yang dapat menggambarkan karakteristik populasi. Sample reseprentatif adalah sampel yang memiliki ciri karakteristik yang sama atau relatif sama dengan ciri karakteristik populasinya.

B.     Teknik Sampling
        Teknik sampling atau biasa disebut teknik pengambilan sampel  merupakan metode atau cara menentukan sample dan besar sample. Untuk menentukan berapa sample yang akan diambil, maka kita dapat menggunakan beberapa teknik sampling. Ada dua teknik sampling yaitu teknik probability sampling dan nonprobability sampling.
1.    Probability sampling atau disebut juga sampel random (sampel acak) adalah sampel yang pengambilannya berlandaskan pada prinsip teori peluang, yakni prinsip memberikan peluang yang sama kepada seluruh unit populasi untuk dipilih sebagai sampel.
2.   Nonprobability sampling atau sampel nonrandom (sampel tak acak) adalah sampel yang pengambilannya didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan tertentu (bisa pertimbangan penelitian maupun pertimbangan peneliti).

       Berikut beberapa macam dari Probability sampling (Teknik Sampling Random), yaitu :
a.   Teknik Sampling Random Sederhana (Simple Random Sampling)  
Sampel acak sederhana adalah sebuah sampel yang diambil sedemikian rupa sehingga setiap unit penelitian atau satuan elementer dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel. Peluang yang dimiliki oleh setiap unit penelitian untuk dipilh sebagai sampel sebesar n/N, yakni ukuran sampel yang dikehendaki dibagi dengan ukuran populasi.

        Syarat yang harus dipenuhi dalam Teknik Sampling Random Sederhana, antara lain (Singarimbun dan Effendy, 1989): 
§   Harus tersedia kerangka sampling atau memungkinkan untuk dibuatkan kerangka samplingnya (dalam kerangka sampling tidak boleh ada unsur sampel yang dihitung dua kali atau lebih).
§   Sifat populasinya harus homogen, jika tidak, kemungkinan akan terjadi bias.
§   Ukuran populasinya tidak tak terbatas, artinya harus pasti berapa ukuran populasinya.
§   Keadaan populasinya tidak terlalu tersebar secara geografis.
b.      Teknik Sampling Random Sistematik (Systematic Random Sampling)  
§   Apabila ukuran populasinya sangat besar, hingga tidak memungkinkan dilakukan pemilihan sampel dengan cara pengundian 
§   Persyaratan yang harus dipenuhi agar teknik sampling ini dapat digunakan, sama dengan persyaratan untuk sampel random sederhana, yakni tersedianya kerangka sampling (ukuran populasinya diketahui dengan pasti), dan populasinya mempunyai pola beraturan yang memungkinkan untuk diberikan nomor urut serta bersifat homogen. 
§   Pada teknik sampling sistematik perandoman atau pengundian hanya dilakukan satu kali, yakni ketika menentukan unsur pertama dari sampling yang akan diambil.
§   Penentuan unsur sampling selanjutnya ditempuh dengan cara memanfaatkan interval sampel.
§   Interval sampel adalah angka yang menunjukkan jarak antara nomor-nomor urut yang terdapat dalam kerangka sampling yang akan dijadikan patokan dalam menentukan atau memilih unsurunsur sampling kedua dan seterusnya hingga unsur ke-n. Interval sampel biasanya dilambangkan dengan huruf k.
§   Interval sampel atau juga disebut sampling rasio diperoleh dengan cara membagi ukuran populasi dengan ukuran sampel yang dikehendaki (N/n). Misalnya, dari populasi (N) berukuran 500 kita akan mengambil sampel (n) berkuran 50, maka interval samplingnya adalah 500/50=10 atau k =10. Andaikan yang terpilih sebagai unsur sampling pertama adalah satuan elementer yang bernomor s, maka penentuan unsur-unsur sampel berikutnya adalah:    
Unsur pertama   = s    
           Unsur kedua      = s + k               
           Unsur ketiga      = s + 2k    
           Unsur keempat  = s + 3k, dan seterusnya hingga unsur ke-n.

c.   Teknik Sampling Random Berstrata (Stratified Random Sampling)  
        Teknik sampling ini digunakan apabila populasinya tidak homogen (heterogen). Makin heterogen suatu populasi, makin besar pula perbedaan sifat-sifat antara lapisan  tersebut. 
§  Untuk dapat menggambarkan secara tepat tentang sifat-sifat populasi yang heterogen, maka populasi yang bersangkutan harus dibagi-bagi kedalam lapisan-lapisan (strata) yang seragam atau homogen, dan dari setiap strata dapat diambil sampel secara random (acak).
§  MISAL 
ü  Kita hendak mengetahui sikap masyarakat terhadap kepala desanya.
ü  Desa A tsb. Diteliti dengan unit analisisnya kepala keluarga.
ü  Peneliti menentukan dasar stratanya adalah jenis pekerjaan.
ü  Diperoleh data monografi sbb:
ü  Petani = 275
ü  Buruh = 54
ü  Pedagang/buruh/swasta = 76
ü  Pegawai negeri = 25
ü  Lain-lain= 30 
§  Kemudian 
ü Jumlah populasi = 275+54+76+25+30= 460 kk
ü Jika peneliti menentukan besarnya sampel 60 kk,maka besarnya sampel untuk masing-masing kk sbb:
ü Petani = 275/460x60= 36
ü Buruh = 54/460x60=7
ü Pedagang/buruh/swasta = 76/460x60=10
ü Pegawai negeri = 25/460x60=3
ü Lain-lain= 30/460x60=4 
§  Selanjutnya peneliti dapat menggunakan sampel secara random pada setiap sub populasi berdasarkan jenis pekerjaan, dengan terlebih dahulu menyusun sampling frame untuk setiap jenis pekerjaan.

d.   Teknik Sampling Random Klaster (Cluster Random Sampling)        
Teknik ini digunakan apabila ukuran populasinya tidak diketahui dengan pasti, sehingga tidak memungkinkan untuk dibuatkan kerangka samplingnya, dan keberadaannya tersebar secara geografis atau terhimpun dalam klaster-klaster yang berbeda-beda. Misalnya, populasi sebuah penelitian kita adalah seluruh murid Sekolah Dasar (SD) yang ada di Wilayah Kab. Banyumas 
§   Maka kelompok siswa SD itu kita buat berdasarkan nama sekolahnya. Kelompok anak SD itu disebut klaster.
§   Klaster dapat berupa sekolah, kelas, kecamatan, desa, kelurahan, RW, RT, dan sebagainya.
§   Apabila klaster itu bersifat wilayah geografis yang kecil, maka pengambilan sampelnya dapat [dilakukan satu tahap (simple cluster sampling). Misalnya, wilayah penelitian kita ada di Kelurahan Gunung Merapi, yang terdiri dari 10 RW, maka kita dapat memilih beberapa RW secara random untuk dijadikan wilayah penelitian dengan konsekuensi seluruh penduduk sasaran di RW itu harus dijadikan sampel (responden).
§   Akan tetapi jika klasternya besar atau wilayah geografisnya besar, maka pengambilan sampel tidak cukup hanya satu tahap, melainkan harus beberapa tahap. Dalam keadaan yang demikian gunakanlah teknik sampling klaster banyak tahap (multistage cluster sampling).


KESIMPULAN

Dalam melakukan suatu penelitian, umumnya kita mempunyai biaya, waktu dan man power yang terbatas. Karena itu kita tidak dapat meneliti semua unit dari populasi, cukup hanya sebagian saja (sampel). Dalam hal ini kita perlu lebih dahulu menetapkan sifat dari populasi, apakah homogen atau heterogen. Berdasarkan ini kita dapat mengambil salah satu cara tersebut di atas, juga dengan memperhatikan tujuan penelitian. Dengan mengikuti petunjuk-petunjuk cara pengambilan sampel, sampel akan menggambarkan karakteristik dari populasinya.
























DAFTAR PUSTAKA


Adi, Tri Nugroho dalam http://www.komunikasi.unsoed.ac.id/sites/default/files/Populasi%2C Sampel.pdf diakses pada Kamis, 12 April 2018 WIB.

Martono, Nanang. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta : PT. RAJAGRAFINDO PERSADA.

Nurgiantoro, Burhan, Gunawan, dan Marzuki 2002. Statistik Terapan untuk Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Wiroatmodjo, Piran. 2009. Dasar Penelitian dan Statistika. Jakarta : Universitas Indonesia.



Komentar

  1. What is the best place to play at Borgata Hotel Casino & Spa in Atlantic
    Borgata Hotel Casino 충청북도 출장마사지 & 밀양 출장샵 Spa is the 인천광역 출장마사지 Borgata's flagship property, and 보령 출장안마 the only place to bring a taste of 목포 출장안마 Atlantic City to Atlantic City. The hotel's 2,000

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERANAN STATISTIKA DALAM EKONOMI DAN BISNIS

TEKNIK SAMPLING DALAM STATISTIK

Mengenal Angka Indeks Relatif Sederhana