TEKNIK SAMPLING
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Ketika kita melakukan
penelitian, sudah pasti kita banyak memerlukan individu-individu sebagai sumber
data. Dalam melakukan pengumpulan data harus disesuaikan dengan tujuan yang
telah direncanakan, sasaran penelitian, hasil penelitian yang diharapkan serta
teknik pengambilan data. Data untuk penelitian dapat diperoleh dari hasil
sensus, pengamatan, dan pengukuran pada sample, dan dari percobaan dengan satu
atau berbagai perlakuan.
Istilah populasi, sampel dan teknik sampling sering kali kita
dengar, namun terkadang istilah-istilah tersebut kurang
dipahami. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas mengenai populasi, sampel dan teknik sampling. Populasi adalah
keseluruhan anggota subjek penelitian yang memiliki kesamaan karakteristik.
Sedangkan sample adalah sebuah kelompok anggota yang menjadi bagian populasi
sehingga juga memiliki karakteristik populasi. Populasi dan sampel
merupakan subjek penelitian gurunya data, dan data-data yang berasal dari
subjek penelitian inilah yang kemudian dijadikan objek analisis statistik.
Subjek penelitian dapat berwujud manusia. Data yang diambil dari subjek manusia
tergantung tujuan penelitiannya, misalnya kemampuan terhadap bidang tertentu siswa
atau mahasiswa, sikap, pendapat, tinggi, dan berat badan, besarnya penghasilan,
dan laiun-lain. Di pihak lain subjek penelitian dapat juga berwujud nonmanusia,
misalnya binatang tertentu, lahan pertanian, benda-benda produk suatu pabrik
seperti sabun, makanan kaleng, aki kendaraan bermotor, dan lain-lain. Aspek
yang diteliti juga dapat bermacam-macam, untuk produk suatu pabrik misalnya
dapat berupa jumlah barang yang beredar, jumlah yang laku, yang rusak, yang
disukai konsumen yang awet, yang ekonomis, dan lain-lain tergantung tujuan penelitian.
Dalam melakukan pengambilan sample
tentu tidak sembarangan dan ada tekniknya yang disebut sebagai teknik
sampling. Terdapat berbagai teknik sampling untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian. Teknik sampling pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu probability sampling
dan nonprobability sampling. Dengan kedua cara tersebut tidak perlu dilakukan perhitungan yang rumit. Untuk pengertian dan penjelasan lebih lanjut mengenai probability sampling, dan nonprobability sampling yang
akan dibahas pada tulisan khusus mengenai Teknik Pengambilan Sampling.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian populasi dan sample?
2. Apakah yang dimaksud dengan teknik sampling?
3. Apa saja teknik yang digunakan dalam pengambilan
sample penelitian?
C. Tujuan Pembuatan Makalah
1. Menguraikan pengertian populasi dan sampel
2. Menguraikan pengertian teknik sampling
3. Menjelaskan teknik-teknik pengambilan sampel
PEMBAHASAN
A. Pengertian Populasi dan Sampling
Populasi atau sering juga disebut universe
adalah keseluruhan atau totalitas objek yang diteliti yang ciri-cirinya akan
diduga atau ditaksir (estimated). Populasi dalam penelitian (penelitian
komunikasi) bisa berupa orang (individu, kelompok, organisasi, komunitas,
atau masyarakat) maupun benda, misalnya
jumlah terbitan media massa, jumlah artikel dalam media massa, jumlah rubrik,
dan sebagainya (terutama jika penelitian kita menggunakan teknik analisis isi (content
analysis). Ciri-ciri populasi disebut parameter (rata-rata, ragam, modus,
atau range). Populasi penelitian terdiri dari populasi sampling dan populasi
sasaran. Populasi sampling adalah keseluruhan objek yang diteliti. Sedangkan
populasi sasaran (target populasi) yaitu populasi yang menjadi sasaran
pengamatan atau populasi dari mana suatu keterangan, akan diperoleh misal kita
akan meneliti bagaimana rata-rata tingkat prestasi akademik mahasiswa Jurusan
Ekonomi Syariah IAIN Purwokerto dan kita hanya akan memokuskan penelitian kita
pada mahasiswa yang aktif di berbagai organisasi baik itu yang berada di dalam
kampus maupun di luar kampus. Maka seluruh mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah
IAIN Purwokerto adalah populasi sampling, sedangkan seluruh mahasiswa yang aktif
di berbagai organisasi adalah populasi sasaran.
Sample adalah sebagian unsur populasi yang dijadikan
objek penelitian itu disebut sampel. Sampel atau juga sering disebut contoh
adalah wakil dari populasi yang ciri-cirinya akan diungkapkan dan akan
digunakan untuk menaksir ciri-ciri populasi. Jika kita menggunakan sampel
sebagai sumber data, maka yang akan kita peroleh adalah ciri-ciri sampel bukan
ciri-ciri populasi, tetapi ciri-ciri sampel itu harus dapat digunakan untuk
menaksir populasi. Ciri-ciri sampel
disebut statistik. Adapun sample yang baik,
yang kesimpulannya dapat dikenakan pada populasi,
adalah sampel yang bersifat representatif atau yang dapat menggambarkan karakteristik populasi. Sample
reseprentatif adalah sampel yang memiliki ciri karakteristik yang sama atau
relatif sama dengan ciri karakteristik populasinya.
B. Teknik Sampling
Teknik sampling atau
biasa disebut teknik pengambilan sampel
merupakan
metode atau cara menentukan sample dan besar sample. Untuk menentukan berapa
sample yang akan diambil, maka kita dapat menggunakan beberapa teknik sampling.
Ada dua teknik sampling yaitu teknik probability sampling dan nonprobability
sampling.
1.
Probability sampling atau disebut juga sampel random (sampel
acak) adalah sampel yang pengambilannya berlandaskan pada prinsip teori
peluang, yakni prinsip memberikan peluang yang sama kepada seluruh unit
populasi untuk dipilih sebagai sampel.
2.
Nonprobability sampling atau sampel nonrandom (sampel tak acak)
adalah sampel yang pengambilannya didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan
tertentu (bisa pertimbangan penelitian maupun pertimbangan peneliti).
Berikut
beberapa macam dari Probability
sampling (Teknik Sampling Random), yaitu :
a.
Teknik Sampling Random Sederhana (Simple
Random Sampling)
Sampel acak sederhana
adalah sebuah sampel yang diambil sedemikian rupa sehingga setiap unit
penelitian atau satuan elementer dari populasi mempunyai kesempatan yang sama
untuk dipilih sebagai sampel. Peluang yang dimiliki oleh setiap unit penelitian
untuk dipilh sebagai sampel sebesar n/N, yakni ukuran sampel yang dikehendaki
dibagi dengan ukuran populasi.
Syarat yang harus dipenuhi dalam Teknik Sampling Random Sederhana, antara
lain (Singarimbun dan Effendy, 1989):
§
Harus tersedia kerangka sampling atau
memungkinkan untuk dibuatkan kerangka samplingnya (dalam kerangka sampling
tidak boleh ada unsur sampel yang dihitung dua kali atau lebih).
§
Sifat populasinya harus homogen, jika
tidak, kemungkinan akan terjadi bias.
§
Ukuran populasinya tidak tak terbatas,
artinya harus pasti berapa ukuran populasinya.
§
Keadaan populasinya tidak terlalu
tersebar secara geografis.
b.
Teknik Sampling Random Sistematik
(Systematic Random Sampling)
§
Apabila ukuran populasinya sangat besar,
hingga tidak memungkinkan dilakukan pemilihan sampel dengan cara
pengundian
§
Persyaratan yang harus dipenuhi agar
teknik sampling ini dapat digunakan, sama dengan persyaratan untuk sampel
random sederhana, yakni tersedianya kerangka sampling (ukuran populasinya
diketahui dengan pasti), dan populasinya mempunyai pola beraturan yang memungkinkan
untuk diberikan nomor urut serta bersifat homogen.
§
Pada teknik sampling sistematik
perandoman atau pengundian hanya dilakukan satu kali, yakni ketika menentukan
unsur pertama dari sampling yang akan diambil.
§
Penentuan unsur sampling selanjutnya
ditempuh dengan cara memanfaatkan interval sampel.
§
Interval sampel adalah angka yang
menunjukkan jarak antara nomor-nomor urut yang terdapat dalam kerangka sampling
yang akan dijadikan patokan dalam menentukan atau memilih unsurunsur sampling
kedua dan seterusnya hingga unsur ke-n. Interval sampel biasanya dilambangkan
dengan huruf k.
§
Interval sampel atau juga disebut
sampling rasio diperoleh dengan cara membagi ukuran populasi dengan ukuran
sampel yang dikehendaki (N/n). Misalnya, dari populasi (N) berukuran 500 kita
akan mengambil sampel (n) berkuran 50, maka interval samplingnya adalah
500/50=10 atau k =10. Andaikan yang terpilih sebagai unsur sampling pertama
adalah satuan elementer yang bernomor s, maka penentuan unsur-unsur sampel
berikutnya adalah:
Unsur
pertama = s
Unsur kedua = s + k
Unsur ketiga = s + 2k
Unsur keempat = s + 3k, dan
seterusnya hingga unsur ke-n.
c.
Teknik Sampling Random Berstrata
(Stratified Random Sampling)
Teknik sampling ini digunakan apabila
populasinya tidak homogen (heterogen). Makin heterogen suatu populasi, makin
besar pula perbedaan sifat-sifat antara lapisan
tersebut.
§ Untuk dapat
menggambarkan secara tepat tentang sifat-sifat populasi yang heterogen, maka
populasi yang bersangkutan harus dibagi-bagi kedalam lapisan-lapisan (strata)
yang seragam atau homogen, dan dari setiap strata dapat diambil sampel secara
random (acak).
§ MISAL
ü Kita hendak
mengetahui sikap masyarakat terhadap kepala desanya.
ü Desa A tsb.
Diteliti dengan unit analisisnya kepala keluarga.
ü Peneliti
menentukan dasar stratanya adalah jenis pekerjaan.
ü Diperoleh
data monografi sbb:
ü Petani = 275
ü Buruh = 54
ü Pedagang/buruh/swasta
= 76
ü Pegawai
negeri = 25
ü Lain-lain=
30
§ Kemudian
ü Jumlah
populasi = 275+54+76+25+30= 460 kk
ü Jika peneliti
menentukan besarnya sampel 60 kk,maka besarnya sampel untuk masing-masing kk
sbb:
ü Petani =
275/460x60= 36
ü Buruh =
54/460x60=7
ü Pedagang/buruh/swasta
= 76/460x60=10
ü Pegawai
negeri = 25/460x60=3
ü Lain-lain=
30/460x60=4
§ Selanjutnya
peneliti dapat menggunakan sampel secara random pada setiap sub populasi
berdasarkan jenis pekerjaan, dengan terlebih dahulu menyusun sampling frame
untuk setiap jenis pekerjaan.
d. Teknik
Sampling Random Klaster (Cluster Random Sampling)
Teknik ini digunakan apabila ukuran
populasinya tidak diketahui dengan pasti, sehingga tidak memungkinkan untuk
dibuatkan kerangka samplingnya, dan keberadaannya tersebar secara geografis
atau terhimpun dalam klaster-klaster yang berbeda-beda. Misalnya, populasi
sebuah penelitian kita adalah seluruh murid Sekolah Dasar (SD) yang ada di
Wilayah Kab. Banyumas
§ Maka kelompok
siswa SD itu kita buat berdasarkan nama sekolahnya. Kelompok anak SD itu
disebut klaster.
§ Klaster dapat
berupa sekolah, kelas, kecamatan, desa, kelurahan, RW, RT, dan sebagainya.
§ Apabila
klaster itu bersifat wilayah geografis yang kecil, maka pengambilan sampelnya
dapat [dilakukan satu tahap (simple cluster sampling). Misalnya, wilayah
penelitian kita ada di Kelurahan Gunung Merapi, yang terdiri dari 10 RW, maka
kita dapat memilih beberapa RW secara random untuk dijadikan wilayah penelitian
dengan konsekuensi seluruh penduduk sasaran di RW itu harus dijadikan sampel
(responden).
§ Akan tetapi
jika klasternya besar atau wilayah geografisnya besar, maka pengambilan sampel
tidak cukup hanya satu tahap, melainkan harus beberapa tahap. Dalam keadaan
yang demikian gunakanlah teknik sampling klaster banyak tahap (multistage
cluster sampling).
KESIMPULAN
Dalam melakukan suatu penelitian, umumnya
kita mempunyai biaya, waktu dan man power yang terbatas. Karena itu kita tidak
dapat meneliti semua unit dari populasi, cukup hanya sebagian saja (sampel).
Dalam hal ini kita perlu lebih dahulu menetapkan sifat dari populasi, apakah
homogen atau heterogen. Berdasarkan ini kita dapat mengambil salah satu cara
tersebut di atas, juga dengan memperhatikan tujuan penelitian. Dengan mengikuti
petunjuk-petunjuk cara pengambilan sampel, sampel akan menggambarkan
karakteristik dari populasinya.
DAFTAR PUSTAKA
Adi, Tri Nugroho dalam http://www.komunikasi.unsoed.ac.id/sites/default/files/Populasi%2C
Sampel.pdf diakses pada Kamis, 12 April 2018 WIB.
Martono, Nanang. 2010. Metode Penelitian
Kuantitatif. Jakarta : PT. RAJAGRAFINDO PERSADA.
Nurgiantoro, Burhan, Gunawan, dan Marzuki 2002. Statistik
Terapan untuk Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial. Yogyakarta : Gadjah Mada
University Press.
Wiroatmodjo, Piran. 2009. Dasar
Penelitian dan Statistika. Jakarta : Universitas Indonesia.
What is the best place to play at Borgata Hotel Casino & Spa in Atlantic
BalasHapusBorgata Hotel Casino 충청북도 출장마사지 & 밀양 출장샵 Spa is the 인천광역 출장마사지 Borgata's flagship property, and 보령 출장안마 the only place to bring a taste of 목포 출장안마 Atlantic City to Atlantic City. The hotel's 2,000